POJOKSATU.id - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) masih mendalami penerapan kebijakan kuliah gratis bagi 2,8 juta mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) yang diwacanakan Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Khairul Munadi, mengatakan kebijakan tersebut masih dalam tahap pengkajian untuk menentukan skema yang memungkinkan diterapkan.

"Kebijakannya sendiri sedang kami exercise untuk bisa diimplementasikan pada waktunya nanti," ujar Khairul Munadi di sela-sela jumpa pers KSTI, KPPTI, dan KTJI 2026 di Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2026).

Skema Kuliah Gratis Masih Disiapkan

Usai acara, Khairul menjelaskan bahwa pemerintah masih menyiapkan skema pembebasan biaya kuliah sekaligus mempertimbangkan berbagai kemungkinan dalam pelaksanaannya.

Pembahasan juga mencakup kebutuhan anggaran untuk merealisasikan kebijakan tersebut. Namun, Khairul belum dapat menyampaikan kepastian mengenai skema maupun pendanaan karena prosesnya masih berlangsung.

"Jadi, ya enggak bisa saya sampaikan bagaimana kepastian dan sebagainya. Jadi, intinya masih sedang dalam pembahasan," kata Khairul.

Menurut dia, Kemendiktisaintek turut menerima masukan dan pandangan dari berbagai pihak, termasuk pimpinan perguruan tinggi.

"Ya, masukan dan sebagainya, ya tentu saja kita pasti mendengarkan juga dari masukan ataupun pandangan dari berbagai pihak. Sebelum nanti ada perumusan akhir yang pasti akan disampaikan kalau memang sudah," terangnya.

Selain persoalan anggaran, pemerintah juga membahas skenario penerapan kebijakan. Salah satu hal yang masih dikaji adalah kemungkinan pelaksanaan secara bertahap.

Dengan demikian, belum ada kepastian mengenai kapan kebijakan kuliah gratis mulai diterapkan maupun bagaimana mekanisme pelaksanaannya.

Prabowo Wacanakan Kuliah Gratis untuk Seluruh Mahasiswa PTN

Gagasan memberikan pendidikan gratis bagi seluruh mahasiswa PTN pertama kali disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026.

Wacana tersebut dilontarkan Prabowo saat berpidato dalam acara HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta.

Setelah gagasan itu disampaikan, Kemendiktisaintek langsung melakukan pembahasan untuk mengkaji kemungkinan penerapannya.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, sebelumnya juga pernah mengungkapkan perkiraan kebutuhan anggaran untuk membebaskan biaya pendidikan seluruh mahasiswa PTN.

Dalam rapat bersama Komisi X DPR RI pada Senin (21/9/2026), Brian menyebut kebutuhan anggaran untuk menjalankan kebijakan tersebut mencapai Rp93,7 triliun.

"Terkait dengan kebutuhan anggaran untuk menggratiskan seluruh PTN kami sudah menghitung itu nilainya Rp 93.742.969.840.000 untuk 2.833.169 mahasiswa yang tercatat di perguruan tinggi negeri baik untuk vokasi maupun akademik. Jadi D3, D4, dan S1," tutur Brian Yuliarto, dikutip dari siaran di YouTube TVR Parlemen.

Perhitungan tersebut mencakup 2.833.169 mahasiswa PTN pada jenjang vokasi dan akademik, yakni Diploma 3 (D3), Diploma 4 (D4), serta Sarjana (S1).

Meski kebutuhan anggarannya telah dihitung, pemerintah masih harus merumuskan skema dan mekanisme pelaksanaan.

Karena itu, mahasiswa masih perlu menunggu hasil pembahasan sebelum ada kepastian mengenai realisasi kebijakan kuliah gratis tersebut. ***