POJOKSATU.id - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengungkap hasil kerjanya selama dua tahun menjabat di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu program yang menjadi fokusnya adalah pembangunan SMA Unggul Garuda Baru dan pengembangan SMA Unggul Garuda Transformasi.

Stella terlibat langsung dalam perencanaan program Sekolah Garuda, mulai dari penentuan lokasi pembangunan hingga perancangan fasilitas dan lingkungan belajar siswa.

Bahkan, pemilihan cat dinding, lantai, ubin, hingga pengaturan posisi duduk siswa disebut mempertimbangkan pendekatan berbasis sains.

"Dua tahun kerja masih pakai backpack yang sama, hasil kerjanya? Sekolah Garuda.

Tugas kami sudah rampung, sudah selesai. Tapi kami sangat bersemangat untuk para guru dan siswa-siswa Sekolah Garuda yang memulai babak baru di Sekolah Garuda," tuturnya dalam unggahan di akun Instagram resminya, dikutip pojoksatu.id, Sabtu (24/10/2026).

Saat ini, terdapat empat SMA Unggul Garuda Baru yang dibangun di empat wilayah Indonesia.

Keempatnya berlokasi di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung; Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara; Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara; serta Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.

Stella Christie Tinjau 55 Lokasi Pembangunan Sekolah Garuda

Stella mengungkapkan, ketika program SMA Unggul Garuda pertama kali diluncurkan, muncul keraguan di tengah masyarakat mengenai kemungkinan membangun sekolah bertaraf internasional dengan fasilitas lengkap di wilayah pelosok.

"Dulu banyak yang sangsi apakah kita bisa mendirikan sekolah bertaraf internasional dengan fasilitas yang begitu lengkap di daerah yang nun jauh di sana? Tapi ternyata, bersama kita bisa," tegasnya.

Untuk memastikan lokasi pembangunan sesuai dengan kebutuhan program, Stella mengaku turun langsung meninjau berbagai calon lokasi di Indonesia.

Tercatat sebanyak 55 lokasi telah dikunjungi untuk mencari lahan yang dinilai tepat bagi pembangunan SMA Unggul Garuda Baru.

"Kita sudah naik segala moda transportasi, laut, darat, dan udara. Segala macam transportasi sudah kita jalani untuk meninjau calon lahan sekolah Garuda baru," katanya.

Peninjauan tersebut dilakukan dengan berbagai moda transportasi, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara. Proses ini menjadi bagian dari perencanaan pembangunan sekolah di berbagai daerah, termasuk wilayah yang jauh dari pusat perkotaan.

Dengan demikian, pembangunan Sekolah Garuda tidak hanya berfokus pada penyediaan gedung dan fasilitas, tetapi juga mempertimbangkan pemilihan lokasi yang mendukung pelaksanaan kegiatan pendidikan.

Cat Dinding dan Posisi Duduk Siswa SMA Garuda Dipilih Berdasarkan Sains

Salah satu hal menarik dalam perancangan SMA Unggul Garuda Baru adalah perhatian terhadap detail lingkungan fisik sekolah.

Pemilihan warna cat dinding, material lantai, ubin, hingga pengaturan posisi duduk siswa disebut didasarkan pada pertimbangan sains.

Pembangunan SMA Unggul Garuda Baru mengacu pada Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 123/M/KEP/2025 tentang Cetak Biru Ekosistem Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda.

Stella menjelaskan, keterlibatan tim dalam perencanaan mencakup berbagai elemen fisik yang akan digunakan siswa dan guru selama kegiatan belajar mengajar.

"Kita juga ikut andil dalam seperti bahkan pilih catnya, pilih lantainya, pilih ubinnya, dan sambil mengatur juga bagaimana kedudukan kursinya berdasarkan sains," jelas Stella.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa desain sekolah tidak hanya berfokus pada bangunan yang megah atau fasilitas yang lengkap.

Lingkungan belajar juga menjadi bagian dari perencanaan untuk mendukung aktivitas siswa di kelas.

Warna ruang, tata letak furnitur, kenyamanan, serta hubungan antara siswa dan guru merupakan aspek yang dapat dipertimbangkan dalam merancang ruang belajar.

Meski demikian, rincian metode penelitian yang secara khusus digunakan untuk menentukan warna cat dan posisi kursi di SMA Unggul Garuda belum dijelaskan secara terperinci dalam sumber pemberitaan yang tersedia.

Karena itu, pengaturan posisi duduk berdasarkan sains perlu dipahami sebagai bagian dari pendekatan perancangan sekolah. Hal tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa susunan kursi tertentu otomatis meningkatkan prestasi akademik siswa.

Dua Konsep Utama Perancangan Fisik Sekolah Garuda

Dalam penjelasan mengenai perencanaan fisik Sekolah Garuda, terdapat dua konsep utama yang menjadi dasar pendekatannya.

Pertama, cognitive evidence-based research for design and style, yakni pendekatan perancangan sarana dan prasarana cerdas yang mengacu pada riset berbasis bukti.

Kedua, human-centered design, yaitu desain yang berpusat pada manusia. Pendekatan ini menempatkan kebutuhan pengguna sebagai salah satu pertimbangan utama dalam merancang ruang dan fasilitas.

Dalam konteks sekolah, kedua konsep tersebut dapat menjadi dasar untuk mempertimbangkan bagaimana ruang kelas, fasilitas, dan lingkungan fisik mendukung kebutuhan siswa maupun guru.

Pendekatan berbasis bukti memungkinkan perancangan mempertimbangkan temuan penelitian yang relevan, sedangkan desain berpusat pada manusia menekankan kebutuhan dan pengalaman orang yang menggunakan fasilitas tersebut.

Namun, penjelasan lebih lanjut mengenai indikator penelitian, hasil pengujian, serta mekanisme penentuan tata letak kelas masih diperlukan untuk mengetahui secara spesifik bagaimana kedua konsep itu diterapkan di setiap SMA Unggul Garuda Baru.

Pembangunan SMA Unggul Garuda Akan Berlanjut

Stella menyatakan pembangunan SMA Unggul Garuda Baru masih akan berlanjut di berbagai daerah. Persiapan dan perencanaan sekolah berikutnya akan mengikuti cetak biru yang telah ditetapkan.

"Masih akan ada banyak lagi sekolah Garuda baru yang akan didirikan di berbagai daerah mengikuti persiapan dan penulisan yang matang, perencanaan di cetak biru yang sudah kami siapkan," kata Stella.

Pemerintah menargetkan pengembangan 100 Sekolah Garuda, yang terdiri atas 20 SMA Unggul Garuda Baru dan 80 SMA Unggul Garuda Transformasi.

SMA Unggul Garuda Baru merupakan sekolah yang dikembangkan melalui pembangunan fasilitas pendidikan baru.

Sementara itu, SMA Unggul Garuda Transformasi berfokus pada penguatan sekolah yang sudah ada untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan siswa berprestasi.

Program ini diarahkan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi siswa berprestasi dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Siswa yang diterima di SMA Unggul Garuda Baru memperoleh beasiswa pendidikan penuh sesuai ketentuan program, termasuk pembiayaan pendidikan dan asrama.

Melalui pembangunan sekolah baru dan pengembangan sekolah transformasi, pemerintah berharap semakin banyak siswa Indonesia memperoleh kesempatan mengakses pendidikan berkualitas dan mengembangkan potensi akademik untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Pada akhirnya, pembangunan sekolah unggulan bukan hanya soal gedung dan fasilitas.

Perencanaan yang matang diharapkan dapat menghadirkan lingkungan belajar yang mendukung siswa tumbuh, berpikir kritis, dan mengembangkan potensi terbaiknya. ***