POJOKSATU.id - Pengembangan semikonduktor nasional melalui proyek Chip Merah Putih mulai diarahkan pada penguatan ekosistem desain cip, riset, hingga penyiapan sumber daya manusia.

Perguruan tinggi didorong mengambil peran penting dalam setiap tahapan pengembangan tersebut.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menekankan pentingnya memastikan seluruh proses pengembangan Chip Merah Putih berjalan terarah dan memiliki landasan yang kuat.

Menurut Brian, pemerintah perlu mengidentifikasi perkembangan terbaru sekaligus memastikan berbagai kebutuhan yang masih harus dilengkapi sebelum program memasuki tahapan berikutnya.

"Dari pertemuan terakhir, sudah disampaikan kesiapan dari BP BUMN untuk mengajukan izin prakarsa. Hari ini kita akan mendengar perkembangan terbaru dan mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu dilengkapi.

Target sebelumnya adalah 11 November, paling tidak prosesnya sudah mulai masuk tahap harmonisasi," katanya sebagaimana dikutip Antara, Senin (2/11/2026).

Riset Semikonduktor Libatkan Sejumlah Perguruan Tinggi

Dari sisi penelitian, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menyampaikan bahwa kementerian tengah mendukung riset semikonduktor melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.

Salah satu program riset tersebut ditargetkan selesai pada Mei 2028. Hasilnya diharapkan menjadi salah satu fondasi untuk membangun kemampuan desain cip nasional.

Dukungan riset ini menjadi bagian penting dalam pengembangan Chip Merah Putih. Sebab, kemampuan merancang cip merupakan salah satu aspek yang perlu diperkuat agar Indonesia memiliki kapasitas dalam ekosistem semikonduktor.

Ekosistem Desain Cip Mulai Disiapkan

Saat ini, pengembangan Chip Merah Putih telah memasuki tahap penyiapan ekosistem desain cip bersama sejumlah mitra.

Salah satu fondasi yang sudah tersedia adalah sandbox atau lingkungan pengembangan desain cip. Fasilitas tersebut sebelumnya telah dimanfaatkan dalam kegiatan hackathon yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Kegiatan itu diikuti 98 tim dari 41 perguruan tinggi dengan total 338 mahasiswa. Keterlibatan peserta dari berbagai kampus tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemampuan dan pengalaman talenta muda di bidang desain cip.

Selanjutnya, pengembangan desain diarahkan pada sejumlah jenis cip dengan mempertimbangkan kelayakan teknis dan ekonomi.

Peta jalan yang disusun juga mencakup tahapan pengembangan desain hingga kemungkinan menuju proses fabrikasi. Dalam penyusunannya, kebutuhan sumber daya manusia dan pengembangan talenta turut menjadi perhatian.

Pemerintah Bahas Kerangka Kebijakan dan Koordinasi

Selain riset dan kesiapan desain, pemerintah tengah membahas kebutuhan penyiapan kerangka kebijakan serta koordinasi antarlembaga.

Langkah ini diperlukan agar pengembangan industri semikonduktor nasional memiliki arah penugasan yang jelas.

Pembahasan mencakup urgensi keterlibatan pemerintah, peran badan usaha milik negara (BUMN), hingga kemungkinan penyusunan instrumen kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan program.

Aspek hukum juga menjadi perhatian. Substansi informasi yang nantinya disampaikan kepada publik perlu dipastikan sejalan dengan tahapan kesiapan program.

Dengan demikian, pengembangan Chip Merah Putih tidak hanya berfokus pada kemampuan teknologi, tetapi juga membutuhkan dukungan riset, talenta, kebijakan, dan koordinasi antarlembaga. ***