POJOKSATU.ID - Institut Teknologi Bandung (ITB) menerapkan konsep sustainable and green campus, salah satu penerapannya dengan membangun China-Indonesia Joint Research Laboratory for New Energy Materials and Metallurgical Engineering Technology, di Kampus Jatinangor.
Kerjasama ITB dengan GEM (Perusahaan daur ulang logam terkemuka di Cina dan dunia) guna memperkuat fasilitas riset multidisiplin dan pengajaran di ITB, khususnya di bidang material energi baru dan rekayasa metalurgi.
GEM Joint Laboratory Secretary-General, Tegar Mukti Aji mengatakan, kerja sama yang dilakukan meliputi pengembangan Joint Research Lab untuk riset dan pendidikan di bidang material energi baru dan teknik metalurgi, hingga pemberian beasiswa untuk mahasiswa sarjana dan pascasarjana ITB.
"Konsep yang diusung green hercules, terinspirasi dari film The Wandering Earth," kata Tegar.
Baca Juga: Harun Mustafa Nasution Berpasangan dengan Kader Golkar di Pilkada Madina 2024
Adapun makna dari kata Hercules adalah penjaga dan pembangunan energi hijau di bumi.
Patung ini berdiri tegak, membawa bumi di pundak kirinya, menggenggam sampah di tangan kanannya, dan menatap langit berbintang, yang maknanya membangkitkan umat manusia untuk melindungi bumi dengan "menambang urban mining dan mengembangkan energi baru".
"Green Hercules dirancang secara kreatif oleh GEM yang sejalan dengan tujuannya selama ini untuk mengubah sampah yang jika dibiarkan akan membahayakan menjadi sumber daya baru dan ramah untuk bumi," jelasnya.
Dengan penerapan konsep tersebut, diharapkan perguruan tinggi dapat mewujudkan kampus yang ramah lingkungan, meningkatkan efisiensi sumber daya, mendukung prinsip-prinsip berkelanjutan, serta sebagai edukasi kepada sivitas akademika mengenai pengelolaan lingkungan yang benar.
Material yang telah digunakan di laboratorium tersebut akan didaur ulang kembali menjadi bahan energi baru.
"Dengan demikian, tercipta ekonomi sirkular yang meminimalkan kerusakan lingkungan dengan mendaur ulang material yang sudah digunakan," tutupnya.***



