POJOKSATU.id - Kesempatan melanjutkan pendidikan magister (S2) dan doktoral (S3) di Jerman melalui beasiswa Layanan Pertukaran Akademik Jerman (DAAD) masih terbuka bagi pelamar dari Indonesia.

Masa pendaftaran sejumlah program beasiswa DAAD diperpanjang hingga 23 Oktober 2026.

Berdasarkan pengumuman DAAD Indonesia, perpanjangan tersebut berlaku untuk tiga program, yakni beasiswa S2 bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM), beasiswa doktoral di Jerman, serta Bi-nationally Supervised Doctorates atau Cotutelle.

Ketiga program ini menawarkan dukungan pendanaan untuk pendidikan dan penelitian. Besaran uang beasiswa, tunjangan, serta bantuan tambahan disesuaikan dengan ketentuan masing-masing program.

Bagi calon pelamar yang ingin memanfaatkan kesempatan ini, penting untuk memahami jenjang pendidikan yang dituju, persyaratan pendaftaran, serta komponen bantuan yang tersedia.

1. Beasiswa S2 DAAD Bidang STEM

Beasiswa S2 DAAD bidang STEM ditujukan bagi lulusan sarjana (S1) atau sederajat yang belum memiliki gelar magister.

Program ini mendukung studi pada semester musim dingin (winter semester) 2027/2028 di perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi yang diakui pemerintah Jerman dan memenuhi ketentuan pembebasan biaya kuliah.

Bidang studi yang dapat dipilih mencakup beberapa disiplin ilmu, yaitu:

  • Matematika.

  • Ilmu komputer.

  • Ilmu hayati.

  • Rekayasa atau teknik.

  • Program interdisipliner dengan fokus STEM.

Cakupan bantuan beasiswa S2 DAAD

Penerima beasiswa S2 bidang STEM memperoleh sejumlah dukungan pendanaan untuk membantu memenuhi kebutuhan selama menjalani studi di Jerman.

Berikut komponen bantuan yang tersedia:

  • Uang beasiswa bulanan sebesar 992 euro atau sekitar Rp19,95 juta.

  • Asuransi kesehatan, kecelakaan, dan tanggung jawab pribadi (personal liability).

  • Tunjangan perjalanan untuk kedatangan di Jerman.

  • Tunjangan studi tahunan sebesar 460 euro atau sekitar Rp9,25 juta.

  • Biaya kursus bahasa secara daring.

Selain bantuan utama tersebut, penerima yang memenuhi persyaratan juga berpeluang mendapatkan bantuan tambahan.

Bantuan itu meliputi subsidi biaya sewa tempat tinggal setiap bulan, tunjangan bulanan untuk keluarga, serta subsidi bagi penyandang disabilitas atau penerima dengan penyakit kronis.

Tersedia pula bantuan untuk mengompensasi emisi karbon yang dihasilkan dari penerbangan sesuai ketentuan program.

Nilai rupiah yang dicantumkan merupakan perkiraan konversi dari euro. Nilai sebenarnya dapat berubah mengikuti kurs yang berlaku.

2. Beasiswa S3 DAAD di Jerman

DAAD juga menawarkan beasiswa doktoral bagi pelamar yang ingin melanjutkan pendidikan S3 di Jerman.

Program ini ditujukan bagi lulusan magister atau diploma yang memenuhi persyaratan. Dalam kondisi tertentu, lulusan sarjana juga dapat memenuhi syarat sesuai ketentuan program.

Penerima beasiswa dapat menjalankan penelitian mandiri di bawah pengawasan dosen atau pembimbing doktoral (doctoral supervisor). Pilihan lainnya adalah mengikuti program doktoral terstruktur yang diselenggarakan oleh institusi pendidikan di Jerman.

Pendanaan ini mendukung kegiatan doktoral pada 2027 di perguruan tinggi negeri maupun swasta yang diakui pemerintah Jerman, serta lembaga penelitian nonperguruan tinggi di negara tersebut.

Cakupan bantuan beasiswa S3 DAAD

Komponen pendanaan yang ditawarkan kepada penerima beasiswa doktoral meliputi:

  • Uang beasiswa sebesar 1.400 euro atau sekitar Rp28 juta per bulan.

  • Asuransi kesehatan, kecelakaan, dan tanggung jawab pribadi.

  • Tunjangan perjalanan ke Jerman.

  • Tunjangan penelitian tahunan sebesar 460 euro atau sekitar Rp9,25 juta.

  • Biaya kursus bahasa secara daring.

  • Tunjangan kursus bahasa selama masa beasiswa.

  • Penggantian biaya tes bahasa Jerman, seperti TestDaF atau DSH, sesuai ketentuan.

Penerima yang memenuhi persyaratan juga berpeluang mendapatkan subsidi biaya sewa tempat tinggal dan tunjangan bulanan bagi keluarga.

DAAD turut menyediakan bantuan bagi penyandang disabilitas atau penerima dengan penyakit kronis sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, tersedia kemungkinan pembiayaan kursus bahasa selama dua hingga enam bulan sebelum penerima memulai penelitian di Jerman.

Calon pelamar perlu memeriksa ketentuan program untuk memastikan jenis bantuan yang dapat diterima, termasuk persyaratan dan batas pembiayaannya.

3. Beasiswa Bi-nationally Supervised Doctorates (Cotutelle)

Program ketiga yang mendapat perpanjangan masa pendaftaran adalah Bi-nationally Supervised Doctorates atau Cotutelle.

Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa doktoral untuk menjalani pendidikan dan penelitian dengan supervisi akademik dari perguruan tinggi di Indonesia dan Jerman.

Melalui pola pembimbingan lintas negara tersebut, mahasiswa dapat menjalankan penelitian dengan melibatkan kedua institusi sesuai pengaturan akademik yang berlaku.

Cakupan bantuan beasiswa Cotutelle

Komponen bantuan yang tersedia dalam program ini meliputi:

  • Uang beasiswa sebesar 1.400 euro atau sekitar Rp28 juta per bulan selama penerima tinggal di Jerman.

  • Asuransi kesehatan, kecelakaan, dan tanggung jawab pribadi.

  • Tunjangan perjalanan pulang-pergi hingga tiga kali sesuai ketentuan program.

  • Tunjangan penelitian sebesar 460 euro atau sekitar Rp9,25 juta.

  • Biaya perjalanan dan akomodasi pembimbing untuk kunjungan satu kali, maksimal 10 hari, ke Jerman guna memantau perkembangan studi serta ke Indonesia untuk mengikuti sidang akhir.

  • Biaya kursus bahasa secara daring.

  • Tunjangan kursus bahasa selama masa beasiswa.

  • Penggantian biaya tes bahasa Jerman, seperti TestDaF atau DSH, sesuai ketentuan.

Di luar komponen tersebut, penerima yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh subsidi biaya sewa tempat tinggal, tunjangan bulanan bagi keluarga, serta bantuan bagi penyandang disabilitas atau penerima dengan penyakit kronis.

Program ini juga memungkinkan pemberian biaya kursus bahasa selama dua hingga enam bulan sebelum penelitian dimulai di Jerman.

Pemberian dan besaran bantuan tambahan mengikuti ketentuan DAAD serta kondisi masing-masing penerima. Karena itu, pelamar perlu membaca panduan khusus Cotutelle sebelum mengajukan aplikasi.

Cara Mendaftar Beasiswa DAAD S2-S3 di Jerman

Calon pelamar dapat memulai proses pendaftaran dengan memeriksa informasi resmi DAAD Indonesia.

Informasi tersebut mencakup persyaratan, cakupan pendanaan, dokumen yang diperlukan, dan mekanisme seleksi untuk setiap program.

Laman resmi DAAD Indonesia dapat diakses melalui:

https://www.daad-indonesia.org/

Pelamar perlu memilih program yang sesuai dengan jenjang pendidikan dan rencana studinya. Setelah itu, baca ketentuan khusus pada laman program masing-masing untuk memastikan kesesuaian kualifikasi dan kelengkapan dokumen.

Perlu diperhatikan bahwa setiap program memiliki ketentuan pendanaan dan persyaratan yang berbeda. Informasi mengenai besaran bantuan maupun fasilitas tambahan sebaiknya dikonfirmasi kembali melalui panduan resmi program yang dipilih.

DAAD juga mengingatkan calon pelamar agar tidak menunggu hingga hari terakhir untuk mengirimkan aplikasi. Pendaftaran lebih awal dianjurkan guna menghindari kendala teknis atau gangguan sistem menjelang tenggat. ***