POJOKSATU.ID - Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan pentingnya pengelolaan sampah di wilayah hulu Kabupaten dan Kota Bogor.
Menurutnya, pengelolaan yang tidak optimal akan berdampak langsung terhadap kondisi lingkungan di kawasan Jabodetabek.
Hal ini mengingat posisi Bogor sebagai hulu sejumlah daerah aliran sungai (DAS) strategis yang mengalir ke wilayah metropolitan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan saat meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga di Cibungbulang, Minggu, 21 Desember 2025 bersama WaBupati Bogor dan Wali Kota Bogor.
Dalam kunjungan itu, TPA Galuga dibahas sebagai bagian dari rencana pengelolaan sampah terpadu yang diharap mampu menjawab persoalan sampah lintas wilayah.
Hanif menjelaskan, secara administratif kesiapan proyek pengelolaan sampah di TPA Galuga relatif lengkap.
Baca Juga: Dentuman Keras Pecah di Tengah Malam, Bus Pariwisata Terguling di Exit Tol Krapyak 15 Orang Tewas
Proses pengadaan barang dan jasa (PBJ) telah berjalan di tingkat daerah, bahkan sebagian telah memasuki tahap klarifikasi untuk melangkah ke tahapan berikutnya.
“Kita melihat kesiapan lokasi dari berbagai aspek, mulai dari kondisi tapak, kedekatan dengan sungai, hingga akses jalan. Semua menjadi bahan evaluasi,” ujar Hanif.
Ia menekankan, sejumlah proyek lingkungan di masa lalu gagal beroperasi optimal akibat minimnya kajian lingkungan dan sosial yang komprehensif.
Baca Juga: CPNS 2026 Berpeluang Jadi Rekrutmen Terbesar? Indikasi Kebutuhan ASN Nasional Menguat
Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh menjadi kunci agar sistem pengelolaan sampah dapat berjalan berkelanjutan dan tidak berdampak negatif bagi masyarakat sekitar.
Selain itu, Hanif mengapresiasi capaian penanganan sampah di Kota Bogor yang dinilainya menunjukkan peningkatan signifikan.
Sementara untuk Kabupaten Bogor, ia mendorong penguatan kapasitas seluruh komponen pengelolaan sampah agar kinerjanya terus membaik.
“Pengelolaan di hulu akan berdampak serius bagi wilayah hilir,” tegasnya.
Wakil Bupati Bogor Jaro Ade, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri LH ke TPA Galuga yang direncanakan menjadi bagian Proyek Strategis Nasional.
Baca Juga: Mengapa Penggemar Indonesia Mengikuti Statistik Sepak Bola Eropa dengan Cermat?
Ia menyebutkan, kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor telah terjalin dengan baik dan akan diperkuat melalui nota kesepahaman.
“Pemkab Bogor mendukung penuh, juga Pemkot Bogor, meskipun lahan yang digunakan merupakan aset Kota Bogor yang berada di wilayah Kabupaten,” jelas Jaro Ade.
Jaro Ade berharap program yang digagas pemerintah pusat atas instruksi Presiden RI tersebut dapat berjalan lancar dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
Ia juga menekankan pentingnya antisipasi potensi penumpukan sampah selama masa transisi dalam dua tahun ke depan.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bogor terus mendorong penyelesaian persoalan sampah dari tingkat paling bawah, mulai dari lingkungan RT hingga desa.
Upaya tersebut diperkuat melalui inisiatif pembentukan Perda tentang pengelolaan sampah yang digagas DPRD Kabupaten Bogor.
“Dengan dukungan anggaran dari APBD Kabupaten Bogor maupun anggaran desa, kami optimistis penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih sistematis dan berkelanjutan,” pungkasnya.***

