POJOKSATU.ID- Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyerahkan sepenuhnya penanganan hukum terkait kasus bentrokan berdarah di Pasar Induk Caringin kepada pihak kepolisian.

Farhan berharap Polsek Babakan Ciparay dan Polrestabes Bandung dapat bergerak cepat menangkap para pelaku penyerangan yang diketahui telah melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP).

Farhan menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas insiden maut yang terjadi di kawasan pasar yang berlokasi di Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung tersebut pada Sabtu (24/10/2026) sore. Pasalnya, pertikaian itu berujung fatal dan menimbulkan korban jiwa.

"Ini kejadian yang sangat memprihatinkan. Bentrokan ini tidak seharusnya terjadi. Tapi saat ini kami betul-betul menyerahkan kembali semua penanganan ini kepada kepolisian," ujar Farhan saat memberikan keterangan, Minggu (25/10/2026).

Farhan menegaskan keyakinannya terhadap profesionalisme aparat kepolisian setempat dalam mengusut tuntas bentrokan tersebut dan memburu para pelaku hingga tuntas.

"Kami percaya bahwa baik Polsek maupun Polrestabes Kota Bandung akan bisa menanganinya dan segera menangkap para pelakunya yang ternyata telah meninggalkan TKP," tuturnya.

Pemkot Panggil Pengelola Pasar

Menyinggung mengenai aspek pengamanan lokasi, Farhan menjelaskan bahwa Pasar Induk Caringin merupakan kawasan perdagangan yang dikelola oleh pihak swasta.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan segera memanggil dan meminta keterangan resmi dari pengelola pasar, khususnya divisi yang bertanggung jawab atas pengamanan internal.

"Pasar Caringin itu adalah pasar yang dikelola swasta. Kami bertanggung jawab terhadap keamanan wilayah, namun untuk kejadian yang terjadi di dalam wilayah pasar, maka kami akan meminta keterangan dari pihak pengelola, khususnya pengelola keamanan di dalam pasar tersebut," jelasnya.

Meski proses hukum kini berproses di kepolisian, Pemkot Bandung memastikan akan terus berkoordinasi intensif dengan Polrestabes Bandung guna mengevaluasi dan menindaklanjuti persoalan keamanan di kawasan tersebut.

Koordinasi ini dinilai krusial untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan serta menjamin rasa aman bagi para pedagang dan masyarakat di sekitar Pasar Induk Caringin

Diberitakan sebelumnya, Peristiwa bentrokan melibatkan penagih utang (debt collector) dengan sekelompok anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) terjadi di Jalan Mohammad Toha, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (16/10/2026) malam. Insiden tersebut memicu kemacetan serta ketakutan warga sekitar.

Ketegangan antar-kedua kelompok diduga kuat dipicu oleh aksi penarikan sepihak satu unit sepeda motor di jalanan yang direspons penolakan oleh kubu ormas.

Berdasarkan rekaman video amatir warga di lokasi kejadian, situasi di kawasan Jalan Mohammad Toha sempat memanas sebelum akhirnya berhasil dilerai oleh jajaran kepolisian.

Salah satu kelompok massa bahkan dilaporkan sempat membakar ban bekas di tengah jalan umum sebagai bentuk protes dan unjuk kekuatan.

Petugas gabungan dari Polrestabes Bandung dan Polsek Regol yang menerima laporan langsung diterjunkan ke lokasi untuk memblokade eskalasi bentrokan serta membubarkan kerumunan massa secara terukur.

"Keributan ini bermula saat pihak debt collector melakukan penarikan sepeda motor yang memicu ketidakpuasan," kata Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBP Asep Saepudin. ***