POJOKSATU.id, Air purifier menjadi salah satu perangkat rumah tangga yang banyak digunakan untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan.

Namun, agar alat ini tetap bekerja secara optimal, pemiliknya perlu melakukan perawatan dan pembersihan secara rutin.

Debu yang menumpuk pada filter maupun kisi-kisi udara dapat menghambat aliran udara dan mengurangi efektivitas penyaringan.

Oleh karena itu, membersihkan air purifier tidak cukup hanya dengan mengelap bagian luarnya, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi filter sesuai petunjuk produsen.

Meski demikian, proses pembersihan tidak boleh dilakukan sembarangan.

Beberapa jenis filter dapat dibersihkan, sedangkan jenis lainnya harus diganti ketika sudah kotor atau mencapai batas masa pakai.

Berikut cara membersihkan air purifier yang benar agar kualitas udara di rumah tetap terjaga.

1. Matikan Perangkat dan Cabut Kabel Listrik

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mematikan air purifier dan mencabut kabelnya dari stopkontak.

Cara ini penting untuk mengurangi risiko gangguan listrik selama proses pembersihan.

Letakkan perangkat di permukaan yang kering dan stabil.

Pastikan alat tidak terhubung dengan sumber listrik sebelum penutup atau bagian filter dibuka.

2. Lepaskan Filter dengan Hati-hati

Setelah perangkat dalam kondisi mati, buka penutup air purifier sesuai petunjuk penggunaan.

Keluarkan filter secara perlahan agar debu yang menempel tidak berhamburan ke udara.

Periksa kondisi filter untuk mengetahui apakah terdapat penumpukan debu, rambut, atau kotoran lainnya.

Pastikan juga urutan dan arah pemasangan filter agar tidak keliru ketika perangkat dirakit kembali.

3. Bersihkan Pre-Filter Secara Berkala

Pre-filter merupakan bagian yang umumnya berfungsi menangkap partikel berukuran lebih besar, seperti rambut, bulu hewan, dan debu kasar.

Jika jenis filter tersebut dapat dibersihkan, gunakan penyedot debu dengan daya rendah atau sikat lembut untuk mengangkat kotoran yang menempel.

Beberapa pre-filter juga diperbolehkan untuk dicuci menggunakan air.

Namun, pengguna harus memastikan metode tersebut sesuai dengan petunjuk produsen dan mengeringkannya secara menyeluruh sebelum dipasang kembali.

4. Lap Bodi dan Kisi-Kisi Udara

Bagian luar air purifier juga perlu dibersihkan karena debu dapat menempel pada permukaan perangkat maupun kisi-kisi tempat udara masuk dan keluar.

Gunakan kain mikrofiber kering atau sedikit lembap untuk mengelap bagian tersebut.

Hindari menyemprotkan cairan pembersih secara langsung ke perangkat karena cairan dapat masuk ke komponen listrik.

Pembersihan bagian luar secara rutin membantu mengurangi penumpukan debu sekaligus menjaga perangkat tetap bersih.

5. Perhatikan Kondisi Filter HEPA

Filter HEPA menjadi salah satu komponen penting pada air purifier karena dirancang untuk menangkap partikel halus di udara.

Namun, tidak semua filter HEPA dapat dicuci menggunakan air.

Pada banyak model, filter jenis ini harus diganti ketika sudah mencapai batas masa pakai atau ketika kondisinya tidak lagi optimal.

Pengguna sebaiknya tidak mencuci, menyikat keras, atau mengibaskan filter HEPA tanpa izin dari produsen.

Tindakan tersebut berisiko merusak material penyaring dan menurunkan kemampuannya dalam menangkap partikel.

Selain itu, filter karbon aktif yang digunakan untuk membantu mengurangi bau dan gas tertentu juga perlu diperiksa serta diganti sesuai rekomendasi produsen.

6. Pasang Kembali Filter dengan Benar

Setelah proses pembersihan selesai, pastikan seluruh bagian yang dicuci sudah benar-benar kering.

Pasang kembali filter sesuai arah dan posisi yang ditentukan, kemudian tutup perangkat hingga terkunci dengan sempurna.

Nyalakan air purifier dan periksa apakah perangkat dapat beroperasi secara normal.

Jika terdapat indikator penggantian filter, lakukan pengaturan ulang hanya sesuai petunjuk penggunaan.

Jadwal Membersihkan Air Purifier

Frekuensi pembersihan air purifier bergantung pada jenis perangkat, kondisi lingkungan, dan tingkat penggunaan.

Sebagai panduan umum, pre-filter dapat diperiksa setiap satu hingga tiga minggu, sedangkan bodi dan kisi-kisi udara bisa dibersihkan setiap dua hingga empat minggu.

Filter HEPA dan karbon aktif perlu diperiksa secara berkala, dengan jadwal penggantian mengikuti rekomendasi produsen.

Apabila perangkat digunakan di rumah yang berdebu, berada dekat jalan raya, atau memiliki hewan peliharaan, pemeriksaan filter mungkin perlu dilakukan lebih sering.

Pengguna juga sebaiknya menghindari penggunaan deterjen, pewangi, atau bahan kimia pada filter jika tidak direkomendasikan oleh produsen.

Memasang filter yang masih basah juga perlu dihindari karena dapat menimbulkan masalah kelembapan.

Tips Menjaga Udara di Rumah Tetap Bersih

Selain membersihkan air purifier, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas udara di dalam ruangan.

Pertama, letakkan perangkat di area dengan ruang yang cukup di sekitar saluran masuk dan keluarnya udara.

Hindari menutup kisi-kisi dengan furnitur atau benda lainnya.

Kedua, gunakan air purifier secara konsisten sesuai kebutuhan dan petunjuk pemakaian.

Membersihkan debu di lantai, meja, dan permukaan furnitur juga penting untuk mengurangi penumpukan partikel di dalam rumah.

Ketiga, kurangi sumber polusi di dalam ruangan, seperti asap rokok dan asap memasak.

Ventilasi juga perlu diperhatikan ketika kualitas udara di luar ruangan memungkinkan.

Air purifier dapat membantu menyaring partikel di udara, tetapi penggunaannya tetap perlu disertai upaya mengendalikan sumber polusi dan menjaga kebersihan lingkungan.

Dengan pembersihan dan perawatan yang tepat, air purifier dapat bekerja lebih optimal dalam membantu menjaga kualitas udara di rumah.

Hal terpenting adalah memahami jenis filter yang digunakan dan mengikuti petunjuk perawatan sesuai model perangkat.***