POJOKSATU.id — Pernah merasa semangat beli buku baru, tapi justru berakhir hanya menumpuk di rak tanpa pernah dibaca?
Jika iya, bisa jadi kamu sedang mengalami fenomena yang disebut tsundoku.
Istilah tsundoku berasal dari Jepang dan merujuk pada kebiasaan membeli atau mengoleksi buku tanpa segera membacanya.
Baca Juga: Resmi! PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah, Ini Dampaknya
Buku-buku tersebut akhirnya hanya tersimpan, bahkan dalam kondisi masih baru dan rapi.
Fenomena ini sebenarnya cukup umum terjadi, terutama di kalangan pecinta buku.
Banyak orang tergoda membeli karena diskon, rekomendasi menarik, atau sekadar keinginan untuk terlihat produktif dan berwawasan luas.
Baca Juga: Daftar Menteri dan Pejabat Ini Disebut-sebut Bakal Kena Reshuffle Terbatas Prabowo Hari Ini
Di balik itu, ada juga faktor psikologis seperti rasa senang saat membeli, yang memberikan kepuasan tersendiri meskipun buku tersebut belum tentu langsung dibaca.
Lantas, apakah tsundoku berbahaya?
Jawabannya tidak selalu. Dalam batas wajar, kebiasaan ini tidak menimbulkan dampak serius.
Bahkan, memiliki banyak buku bisa menjadi sumber inspirasi dan referensi di masa depan.
Namun, tsundoku bisa menjadi masalah jika sudah berlebihan.
Misalnya, ketika kebiasaan membeli buku mulai mengganggu kondisi keuangan, membuat ruangan penuh dan berantakan, atau bahkan menimbulkan rasa bersalah karena buku terus menumpuk tanpa dibaca.
Selain itu, muncul juga istilah “utang baca”, yaitu perasaan tertekan karena banyaknya buku yang belum diselesaikan.
Baca Juga: Wujudkan Aksi Peduli Lingkungan Penanaman Mangrove Lewat Kompetisi Sepeda
Meski begitu, ada sisi positif dari fenomena ini.
Tumpukan buku yang belum dibaca bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak ilmu yang bisa dipelajari.
Hal ini justru menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap berbagai hal.
Agar tidak kebablasan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan tsundoku.
Baca Juga: Isu Pergantian KSP Menguat ke Jenderal Purn Dudung, Bakal Dilakukan Reshuffle Kabinet Sore Ini
Salah satunya dengan membatasi pembelian buku baru sebelum menyelesaikan buku lama.
Selain itu, kamu juga bisa membuat daftar prioritas bacaan, atau menerapkan aturan sederhana seperti menyelesaikan satu buku sebelum membeli yang baru.
Alternatif lainnya, cobalah meminjam buku dari perpustakaan atau teman agar tetap bisa membaca tanpa harus menambah koleksi.
Pada akhirnya, tsundoku bukanlah sesuatu yang sepenuhnya buruk.
Selama masih bisa dikendalikan, kebiasaan ini justru bisa menjadi bagian dari perjalanan literasi yang menyenangkan.***




