POJOKSATU.id — CV ATS (Applicant Tracking System) merupakan curriculum vitae yang dirancang agar dapat dibaca dengan mudah oleh sistem rekrutmen yang digunakan banyak perusahaan.
Sebelum sampai ke tangan HRD, CV pelamar umumnya akan melalui proses penyaringan otomatis menggunakan ATS.
Oleh karena itu, selain memiliki isi yang relevan, CV juga harus disusun dengan format yang sesuai agar informasi di dalamnya dapat terbaca dengan baik oleh sistem.
Baca Juga: Apakah SKPI Bisa untuk Melamar Pekerjaan? Berikut Pengertian, Isi, dan Manfaatnya
Agar peluang lolos ke tahap seleksi berikutnya semakin besar, pelamar perlu memahami cara membuat CV ATS yang benar.
Mulai dari pemilihan format, penyusunan pengalaman kerja, hingga penggunaan kata kunci yang sesuai dengan posisi yang dilamar, semuanya dapat memengaruhi hasil screening. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat CV ATS.
Gunakan Format CV yang Sederhana
Format menjadi salah satu aspek terpenting dalam CV ATS.
Sebaiknya gunakan desain yang sederhana sehingga sistem dapat membaca setiap bagian dokumen tanpa mengalami kendala.
Baca Juga: Butuh Dana Cepat? Cek Taksiran Gadai HP dan Laptop Secara Online di PandaiGadai
Pilih jenis huruf yang umum digunakan, seperti Calibri, Arial, Helvetica, atau Times New Roman dengan ukuran sekitar 10–12 pt agar tetap nyaman dibaca.
Selain itu, gunakan margin yang rapi, warna teks hitam di atas latar putih, serta simpan dokumen dalam format PDF apabila perusahaan tidak secara khusus meminta file DOCX.
Hindari penggunaan tabel yang rumit, tata letak dua kolom, ikon, logo, gambar, maupun grafik kemampuan (skill bar), karena elemen-elemen tersebut berpotensi membuat ATS gagal mengenali informasi penting.
Baca Juga: Legalist.id, Mitra Terpercaya untuk Pendirian PT dan Izin Usaha di Tangerang
Informasi utama juga sebaiknya tidak ditempatkan pada header maupun footer dokumen.
Susun Struktur CV dengan Jelas
CV ATS sebaiknya memiliki susunan yang sistematis agar mudah dipahami, baik oleh sistem maupun oleh HRD.
Informasi yang biasanya dicantumkan meliputi nama lengkap, nomor telepon, alamat email profesional, tautan LinkedIn atau portofolio jika ada, ringkasan profesional, pengalaman kerja, riwayat pendidikan, keterampilan, sertifikasi, hingga pengalaman organisasi atau proyek yang relevan.
Gunakan judul bagian yang umum seperti Professional Summary, Work Experience, Education, dan Skills.
Penamaan yang standar akan membantu ATS mengidentifikasi setiap bagian CV dengan lebih akurat.
Sesuaikan CV dengan Posisi yang Dilamar
Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan pelamar adalah mengirimkan satu CV untuk berbagai jenis pekerjaan.
Padahal, setiap lowongan memiliki kebutuhan dan kualifikasi yang berbeda.
Sebelum mengirim lamaran, baca terlebih dahulu deskripsi pekerjaan secara menyeluruh.
Setelah itu, sesuaikan pengalaman kerja, keterampilan, maupun kata kunci yang digunakan dalam CV dengan kebutuhan perusahaan.
Misalnya, jika lowongan mencantumkan kemampuan SEO, Google Analytics, Content Writing, dan WordPress sebagai syarat utama, pastikan keahlian tersebut memang tercantum dalam CV apabila benar-benar dikuasai.
Gunakan Kata Kunci yang Relevan
Applicant Tracking System bekerja dengan mencocokkan isi CV terhadap kata kunci yang terdapat pada deskripsi pekerjaan.
Semakin tinggi tingkat kecocokan, semakin besar peluang CV lolos ke tahap berikutnya.
Baca Juga: Mensesneg Minta Hotman Paris Jangan Kaitkan Kasus Febrie Adriansyah dengan Presiden
Sebagai contoh, apabila perusahaan mencari kandidat dengan kemampuan Digital Marketing, SEO, SEM, Meta Ads, Google Ads, atau Content Strategy, gunakan istilah-istilah tersebut secara alami dalam bagian pengalaman kerja maupun daftar keterampilan.
Namun, hindari memasukkan kata kunci hanya untuk memenuhi persyaratan apabila Anda tidak memiliki pengalaman atau kemampuan yang sesuai.
Tampilkan Pencapaian, Bukan Hanya Tugas
Saat menjelaskan pengalaman kerja, jangan hanya menuliskan daftar tugas yang pernah dilakukan.
Sebaliknya, tampilkan pencapaian yang berhasil diraih selama bekerja agar HRD dapat melihat kontribusi yang telah diberikan.
Misalnya, daripada hanya menulis "Menulis artikel SEO", Anda dapat menjelaskan bahwa berhasil menulis lebih dari 80 artikel SEO setiap bulan atau meningkatkan traffic organik website hingga 35 persen dalam enam bulan.
Jika pernah mengelola media sosial, sertakan pula hasil yang dicapai, seperti peningkatan engagement atau pertumbuhan jumlah pengikut.
Penggunaan angka akan membuat pencapaian terlihat lebih konkret dan meyakinkan.
Tambahkan Ringkasan Profesional
Bagian ringkasan profesional atau Professional Summary dapat membantu HRD memahami profil kandidat secara singkat.
Baca Juga: Nekat Terima Telepon Saat Apel, ASN di Bandung Kena 'Setrap' Dihukum Berdiri oleh Walkot Farhan
Tuliskan sekitar dua hingga empat kalimat yang menjelaskan pengalaman, bidang keahlian, serta kemampuan utama yang dimiliki.
Sebagai contoh, seorang content writer dapat menjelaskan bahwa dirinya memiliki pengalaman dalam menulis artikel SEO, berita, maupun konten evergreen, serta terbiasa menggunakan WordPress, Google Trends, dan Google Analytics untuk meningkatkan performa konten.
Pisahkan Hard Skill dan Soft Skill
Cantumkan keterampilan secara terpisah agar lebih mudah dibaca.
Hard skill dapat berupa kemampuan teknis seperti Microsoft Excel, SQL, Python, SEO, Canva, Adobe Photoshop, atau Google Analytics.
Baca Juga: Ramai Meme 'Bandung Darurat Begal', Walkot Farhan Langsung Jadwalkan Rapat Khusus Bersama Kapolres
Sementara itu, soft skill dapat meliputi komunikasi, problem solving, manajemen waktu, kemampuan bekerja sama dalam tim, hingga kemampuan beradaptasi.
Pemisahan ini akan memudahkan ATS maupun HRD dalam menilai kompetensi yang dimiliki pelamar.
Urutkan Pengalaman Kerja dari yang Terbaru
Gunakan format kronologi terbalik saat menuliskan pengalaman kerja.
Posisi yang sedang dijalani atau pengalaman terbaru sebaiknya ditempatkan di bagian paling atas, kemudian diikuti pengalaman sebelumnya.
Cara penyusunan ini memudahkan perekrut melihat perkembangan karier serta pengalaman yang paling relevan dengan posisi yang sedang dilamar.
Baca Juga: Nekat Terima Telepon Saat Apel, ASN di Bandung Kena 'Setrap' Dihukum Berdiri oleh Walkot Farhan
Gunakan Alamat Email yang Profesional
Alamat email juga menjadi bagian penting dalam CV. Gunakan alamat email yang sederhana dan profesional, misalnya menggunakan nama lengkap.
Sebaliknya, hindari alamat email yang menggunakan nama panggilan, angka berlebihan, atau istilah yang kurang profesional karena dapat memberikan kesan kurang serius kepada perekrut.
Lakukan Pemeriksaan Sebelum Mengirim CV
Sebelum mengirimkan lamaran, luangkan waktu untuk memeriksa kembali seluruh isi CV.
Pastikan tidak ada kesalahan penulisan, nomor telepon dan alamat email sudah benar, serta seluruh informasi tersusun secara konsisten.
Selain itu, perhatikan panjang dokumen. Untuk fresh graduate, CV umumnya cukup dibuat dalam satu halaman.
Sementara itu, pelamar yang telah memiliki pengalaman kerja dapat membuat CV sepanjang satu hingga dua halaman, selama seluruh informasi yang dicantumkan benar-benar relevan dengan posisi yang dituju.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari
Masih banyak pelamar yang gagal lolos screening ATS karena melakukan kesalahan sederhana.
Beberapa di antaranya adalah menggunakan desain CV yang terlalu ramai, tidak menyesuaikan isi CV dengan lowongan pekerjaan, memasukkan kata kunci yang tidak relevan, hanya mencantumkan tugas tanpa pencapaian, menggunakan foto atau elemen visual yang sulit dibaca sistem, memakai alamat email yang tidak profesional, hingga mengirim CV tanpa melakukan pengecekan akhir.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, CV akan lebih mudah dibaca oleh sistem ATS sekaligus tetap menarik ketika diperiksa oleh HRD.
Meskipun ATS berperan dalam proses penyaringan awal, keputusan akhir tetap berada di tangan perekrut.
Oleh sebab itu, pastikan setiap informasi yang dicantumkan relevan, akurat, dan mampu menunjukkan nilai tambah yang Anda miliki sebagai kandidat.***




