POJOKSATU.id, AKTOR laga Bruce Willis tidak dalam kondisi baik-baik saja. Keluarga mengumumkan, pria 67 tahun itu didiagnosa mengidap Demensia frontotemporal.

Kondisi ini menyebabkan aktor film Die Hard semakin memburuk yang menyebabkan mengalami kendala dalam mengingat sesuatu, berkomunikasi. Kemudian, situasi ini menyebabkan Bruce Willis harus pensiun dari dunia akting hingga benar-benar sehat.

Demensia frontotemporal atau FTD disebutkan sebagai jenis demensia yang memengaruhi lobus frontal dan temporal otak, yakni otak bagian depan dan samping sehingga menimbulkan gangguan pada kepribadian, perilaku, dan kemampuan berbahasa. Orang yang mengalami penyakit ini, bagian dari otak yang terkena akan mengalami penyusutan.

Karena menyerang bagian frontal yang mengatur kelakuan dan perubahan kepribadian serta temporal yang mengatur kemampuan berbahasa, penderitanya sering bertindak tidak normal dan sulit berkomunikasi.

Putri Bruce Willis dan Demi Moore, Rumer Glen Willis melalui akun Instagram pribadinya (17/2/2023), mengumumkan kondisi terbaru ayahnya yag mengidap Demensia Frontotemporal.

"Sejak kami mengumumkan diagnosis kerusakan otak Bruce pada musim semi 2022, kondisi Bruce telah berkembang dan kami sekarang memiliki diagnosis yang lebih spesifik: demensia frontotemporal (dikenal sebagai FTD). Sayangnya, tantangan dengan komunikasi hanyalah salah satu gejala penyakit yang dihadapi Bruce. Meskipun ini menyakitkan, itu melegakan untuk akhirnya memiliki diagnosis yang jelas," tulisnya.

BACA JUGA : Ide ‘Gila’ Vicky Shu untuk ‘Sekte Yoongi Marry Me’ yang Bakal Dikabulkan ARMY saat Suga BTS Konser di Jakarta

Dia mengucapkan terima kasih atas dukungan banyak pihak untuk kesembuhan Bruce Willis. Dimana, sejak keluarga mengumumkan ada kerusakan di otak Bruce pada 2022, banyak yang mendoakan sang ayah.

"Keluarga kami ingin memulai dengan mengungkapkan rasa terima kasih kami yang terdalam atas curahan cinta, dukungan, dan kisah-kisah indah yang luar biasa yang telah kami semua terima sejak membagikan diagnosis asli Bruce," tulisnya.

"Dengan semangat itu, kami ingin memberi Anda pembaruan tentang suami, ayah, dan teman kami tercinta karena kami sekarang memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang apa yang dia alami," lanjutnya.

Keluarga Bruce Willis juga menyerukan pemahaman dan kesadaran yang lebih besar tentang demensia frontotemporal. Dalam pernyataan itu keluarga menyebutkan bahwa Bruce ingin publik juga mengenal penyakit ini dan mewaspadainya.

Bruce Willis yakin dan percaya menggunakan suaranya untuk membantu orang lain bersama dengan meningkatkan kesadaran tentang hal-hal penting baik secara publik maupun pribadi soal demensia frontotemporal. (nin/pojoksatu)