PEKANBARU, POJOKSATU.id - Kabut asap yang kembali menyelimuti Kota Pekanbaru mendorong pemerintah daerah membatasi aktivitas masyarakat di ruang terbuka.
Pemerintah Kota Pekanbaru menutup sementara tiga ruang publik pada 14-15 Oktober 2026 untuk mengurangi risiko paparan polusi udara.
"Tiga lokasi yang ditutup meliputi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Putri Kacamayang, RTH Tunjuk Ajar Integritas, serta Taman Kota di Jalan Diponegoro." ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra.
Ditambahkannya, penutupan kembali dilakukan karena kualitas udara belum menunjukkan perbaikan.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah pencegahan untuk melindungi masyarakat, terutama mereka yang beraktivitas di luar ruangan dan berpotensi terpapar kabut asap.
PM2.5 Pekanbaru Berada pada Kategori Sangat Tidak Sehat
Kondisi udara di Pekanbaru menjadi perhatian setelah data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 berada dalam kategori sangat tidak sehat.
Partikel PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Paparan polutan ini berisiko mengganggu kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Pemko Pekanbaru mengingatkan warga agar mengurangi kegiatan di luar rumah selama kabut asap masih pekat. Masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan juga dianjurkan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan.
Sekolah Kembali Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh
Pembatasan aktivitas di ruang publik turut diikuti kebijakan di sektor pendidikan.
Pemko Pekanbaru kembali memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik mulai jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).
"Langkah tersebut diambil untuk mengurangi paparan polusi udara terhadap peserta didik selama kondisi udara belum membaik." kata Reza
Penutupan taman kota dan penerapan PJJ menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengurangi risiko kesehatan akibat kabut asap yang masih menyelimuti wilayah tersebut.
Pemko Pekanbaru mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan kualitas udara dan menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi lingkungan. Warga juga diminta mengutamakan keselamatan dan kesehatan hingga kualitas udara kembali membaik.







