POJOKSATU.id - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi, terutama di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.
Dari data indeks kualitas udara AQI⁺ US yang Pojoksatu lihat pada Kamis, 15 Oktober 2026 pukul 01.26, Palembang, Pekanbaru, dan Pontianak masuk dalam daftar kota dengan indeks kualitas udara yang perlu mendapat perhatian.
Berdasarkan data tersebut, menunjukkan Palembang berada pada angka 818, Pekanbaru 221, dan Pontianak 203.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa dampak karhutla bukan hanya berkaitan dengan luas lahan yang terbakar.
Asap yang dihasilkan juga berpotensi mengganggu kesehatan, mengurangi jarak pandang, serta menghambat aktivitas masyarakat.
Enam Provinsi Masih Menjadi Perhatian
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 13 Oktober 2026, luas lahan yang masih dalam penanganan karhutla di enam provinsi mencapai 663,61 hektare.
Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan menjadi dua wilayah prioritas karena masih membutuhkan upaya pemadaman intensif.
Di Kalimantan Tengah, penanganan dilakukan pada lahan gambut seluas 7,8 hektare.
Sementara itu, kawasan Taman Nasional Tanjung Puting di wilayah Kotawaringin Barat dan Seruyan juga menjadi perhatian dengan area yang masih ditangani mencapai 513,89 hektare.
Di Sumatera Selatan, lahan yang masih dalam penanganan tercatat sekitar 49,58 hektare.
Adapun di Jambi, luas area yang ditangani mencapai sekitar 74,5 hektare.
Ribuan Personel dan Helikopter Dikerahkan
Untuk mempercepat pemadaman, pemerintah menggabungkan operasi darat dan udara.
Personel gabungan yang terdiri dari unsur BNPB, TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, serta relawan diterjunkan untuk menangani titik api.
Terdapat 4.686 personel gabungan di Kalimantan Tengah dan 12.285 personel di Sumatera Selatan.
Operasi udara juga didukung enam helikopter untuk Kalimantan Tengah dan lima helikopter untuk Sumatera Selatan.
Pada Rabu, 13 Oktober, Satgas Udara melaksanakan enam sorti water bombing dan dua sorti operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalimantan Tengah.
Di Sumatera Selatan, tercatat lima sorti water bombing dan dua sorti OMC.
Namun, pemadaman melalui udara tidak selalu bisa dilakukan secara optimal.
Jarak pandang yang rendah akibat asap dapat membatasi penerbangan helikopter.
Karena itu, operasi darat menjadi salah satu tumpuan ketika kondisi tidak memungkinkan bagi pesawat atau helikopter untuk bekerja secara aman.
BNPB juga menyesuaikan strategi operasi modifikasi cuaca, termasuk lokasi bandara operasional.
Keberhasilan OMC turut bergantung pada pertumbuhan awan hujan, sementara hujan yang turun di wilayah penanganan disebut masih relatif ringan.
Daftar Kualitas Udara Indonesia
Berikut peringkat kota berdasarkan data AQI⁺ US pada pukul 01.26, 15 Oktober 2026.
Peringkat | Kota | AQI⁺ US |
|---|---|---|
1 | Palembang | 818 |
2 | Pekanbaru | 221 |
3 | Pontianak | 203 |
4 | Tangerang | 193 |
5 | Tangerang Selatan | 188 |
6 | Medan | 180 |
7 | Semarang | 165 |
8 | Jakarta | 164 |
9 | Bandung | 160 |
10 | Sleman | 106 |
Skala angka dari 0 hingga 500 mengukur tingkat polusi udara serta dampaknya terhadap kesehatan yang dihitung berdasarkan 6 polutan utama.
Polutan utamanya yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), dan ozon permukaan tanah.
Angka 818 yang terjadi di Palembang, mengindikasikan kondisi Polusi Ekstrem yang sudah jauh melampaui bata tertinggi skala standar AQI⁺ US.
Asap Karhutla Perlu Diwaspadai
Paparan asap kebakaran dapat berdampak pada kesehatan, terutama ketika konsentrasi partikel halus meningkat.
Masyarakat di wilayah yang terdampak asap disarankan membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan saat kualitas udara memburuk.
Selain itu juga menutup jendela ketika asap masuk, dan menggunakan masker yang sesuai saat harus beraktivitas di luar.
Warga juga perlu memperhatikan gejala seperti batuk, iritasi mata, atau sesak napas.
Jika muncul keluhan berat, segera cari pertolongan medis.
Sementara itu, penanganan karhutla masih membutuhkan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh unsur yang terlibat.
Selain memadamkan api, upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas kembali menjadi bagian penting dalam mengurangi dampak asap.***






