JAKARTA, POJOKSATU.id - Inayah Wahid putri bungsu Presiden Keempat Republik Indonesia, Kyai Haji Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mengungkapkan fakta mengejutkan, terkait aksi Greenpeace Indonesia beberapa hari lalu di Bundaran HI.
Inayah Wahid ternyata tercatat sebagai anggota Greenpeace Indonesia. Dan, dia ikut andil melobi agar para aktivis perempuan yang sempat ditahan usai bentangkan spanduk menyindir pemerintah bisa dibebaskan.
"Kebetulan saya ini anggota GreenPeace yang kemarin viral pajang spanduk di Bundaran HI," ujarnya dari video yang viral di X dilansir dari akun @saturnesia, Sabtu, 23 Oktober 2026.
Inayah mentakan alasannya bergabung menjadi anggota Greenpeace Indonesia tak terlepas peran sang ayah. Gus Dur, lanjutnya banyak menyoroti masalah lingkungan, salah satunya kala itu PLTU Paiton.
"Alasan dulu waktu diminta bergabung karena ayah saya. Ayah saya banyak bekerja bareng Greenpeace, dulu Waktu diminta bergabung karena ayah saya, ayah saya banyak bekerja bareng Greenpeace ketika Gus Dur memprotes PLTU Paiton," tuturnya.
Pemilik nama Inayah Wulandari yang juga dikenal sebagai komika ini menyebutkan, meski dirinya tidak turut aksi damai dengan memajang spanduk, dia mendukung dari jauh.
"Enggak semua harus demo. Saya kemarin juga melobi untuk terjun, tapi kalau saya ikut naik patung, patungnya ambrol, jelas saya enggak naik," ujarnya.
Di cuitannya di X, menegaskan dirinya bukan orang yang berperan dalam pemasangan spanduk Greenpeace Indonesia. Namun, dirinya ikut melobi para aktivis dibebaskan.
"Itu murni hasil kerja keras teman-teman saya di @GreenpeaceID, bukan hasil karya saya. Sebagai anggota dewan GPI, saya hanya membantu melobi agar teman-teman saya dibebaskan ketika mereka ditahan, dan itupun dari jauh karena saya sedang berada di luar kota saat itu," ungkapnya.
Seperti diketahui, para aktivis berhasil dibebaskan setelah beberapa jam ditahan. Mereka dengan berani memasang spanduk sebagai teguran kepada pemerintah agar tanggap terhadap krisis yang dihadapi rakyat.
Salah satunya, persoalan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera yang telah berlangsung selama empat bulan tanpa solusi.
Aksi damai dengan spanduk bertuliskan "TANGANI KRISIS IKLIM, TURUNKAN BIAYA HIDUP!"; "BENCANA MAKIN PARAH, HIDUP MAKIN SUSAH, APA KERJA PEMERINTAH?" ini bertepatan dengan dua tahun masa pemerintahan Prabowo-Giran.
Greeanpeace Indonesia sendiri memastikan aksi damai tidak akan berhenti di sini, meski para aktivisi perempuan sempat ditahan.
"Terima kasih untuk semua yang telah mendukung aksi damai ini. Perjuangan belum selesai. Saatnya terus bersuara, mengawal isu yang kita perjuangkan, dan memastikan suara rakyat tidak diabaikan. Jangan biarkan perjuangan kawan-kawan berhenti sampai di sini," tegas Greenpeace di laman resmi Instagram-nya. ***




