POJOKSULSEL.com, BONE - Gabungan petugas BNN Sulsel, Polda Sulsel, dan Polres Bone mengungkap ladang ganja yang terletak di Desa Bontojai, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sulsel.

Informasi yang dihimpun, terdapat empat lokasi ladang ganja yang berada di pertengahan hutan Kabupaten Gowa dan Kabupaten Bone tersebut. Namun baru satu lokasi yang ditemukan petugas kepolisian.

Lokasi ladang ganja di Bone tersebut terungkap atas pengembangan aparat kepolisian yang mensinyalir, adanya ladang ganja di lokasi itu. Hal ini berawal dari pengungkapan beberapa kasus narkoba jenis ganja sebelumnya.

BACA :

Sidak Minyak Goreng KITA, Ini yang Ditemukan Taufan Pawe di Pasar Lakessi

12 Wilayah di Sulsel Berpotensi Diguyur Hujan Sedang-Lebat Pada 20-23 Februari

"Terdapat empat lokasi ladang ganja di daerah tersebut, namun baru satu yang ditemukan," kata Kasi Humas Polres Bone Ipda Rayendra Muchtar.

Dari pengembangan kasus ini, polisi telah menetapkan tersangka, yakni berinisial R, yang merupakan warga asal Kolaka, Sulawesi Tenggara. R diketahui sebagai pemilik lahan tersebut.

"Terduga pelaku memasuki daerah Bontojai melalui rute Desa Ere Lembang, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa," beber Ipda Rayendra Muchtar.

Dari penemuan ladang ganja di Bone ini, polisi kemudian memusnahkan seluruh ganja tersebut dengan cara dibakar.

Sementara itu, dari penuturan warga warga sekitar,

menerangkan bahwa pengungkapan adanya ladang ganja di Desa Bontojai, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan merupakan dari hasil pengembangan yang dilakukan oleh tim dari Dir Res Narkoba Polda Sulsel dan Bada Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel.

Rayendra menyebutkan terdapat empat lokasi ladang ganja di daerah tersebut namun baru satu yang ditemukan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana membenarkan pengungkapan ladang ganja di Bone.

Menurutnya, saat ini gabungan petugas Ditnarkoba Polda Sulsel dan BNN Sulsel masih berada di lokasi untuk menyisir dugaan adanya ladang ganja lainnya di lokasi tersebut.

"Sementara dilakukan pengecekan langsung oleh Dirnarkoba Polda Sulsel, kami belum tahu berapa luasnya,” sebut Komang Suartana. (pojoksulsel)