PALU, POJOKSATU.id - Sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Mutiara Sis Al-Jufri Palu yang sempat terdampak kabut asap pada pertengahan Oktober 2026 kini kembali beroperasi normal.
Kondisi jarak pandang yang telah memenuhi standar keselamatan memungkinkan pesawat kembali melayani penumpang sesuai jadwal.
Pelaksana Harian Kepala Bandara Internasional Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Hastuti, mengatakan operasional penerbangan pada Selasa (20/10/2026) berjalan lancar tanpa hambatan akibat penurunan jarak pandang.
“Untuk penerbangan hari ini semuanya berjalan normal dan tidak ada hambatan. Jarak pandang sudah memenuhi standar lima kilometer,” ujarnya.
Sebelumnya, gangguan kabut asap pada 14-17 Oktober 2026 berdampak terhadap jadwal penerbangan di bandara tersebut.
Sejumlah pesawat mengalami keterlambatan, sementara beberapa penerbangan lainnya terpaksa dibatalkan karena jarak pandang belum memenuhi persyaratan untuk pendaratan yang aman.
Maskapai Lion Air dan Batik Air termasuk yang membatalkan penerbangan akibat kondisi tersebut.
Operasional bandara kemudian berangsur pulih sejak Minggu hingga kembali berjalan normal saat ini.
Pemulihan ini memungkinkan aktivitas penerbangan kembali berlangsung sesuai jadwal setelah sempat terkendala kondisi atmosfer.
Meski operasional telah kembali normal, pihak bandara menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan awak pesawat tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan penerbangan.
Hastuti menjelaskan, penerbangan tidak akan dipaksakan apabila jarak pandang belum memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan.
Karena itu, pemantauan kondisi operasional dan jarak pandang tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan.
Pihak bandara juga mengimbau calon penumpang agar tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari maskapai maupun pengelola bandara jika terjadi perubahan jadwal.
Masyarakat yang hendak bepergian melalui Bandara Internasional Mutiara Sis Al-Jufri Palu disarankan memeriksa kembali jadwal penerbangan sebelum berangkat agar dapat mengantisipasi perubahan operasional apabila kondisi cuaca atau jarak pandang kembali memburuk.






