POJOKSATU.id, SUMUT - Pupuk subsidi di Sumatera Utara diduga langka, sehingga petani mengalami kesulitan untuk mendapatkan pupuk yang dibutuhkan sebagai pendukung produksi pertaniannya.

Ditanya terkait pupuk subsidi yang langka, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyebutkan hal ini terjadi akibat perang Ukraina dengan Rusia. Sehingga berdampak terhadap produksi pupuk subsidi.

"Ukraine dengan Rusia, cerita panjang pula ini. persoalannya dia punya gas paling besar," ucap Gubernur Edy menjawab pertanyaan wartawan, di depan Aula Tengku Rizal Nurdin, di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Medan, Kamis petang, 9 Maret 2023.

BACA JUGA: Februari 2023 Sumut Inflasi 5,88 Persen, Pemprov Sumut Cari Cara Atasi Kenaikan Inflasi Jelang Ramadhan 2023

Mantan Pangkostrad itu, menjelaskan bahwa salah satunya, bahan membuat pupuk itu, adalah gas. Namun, Gubernur Edy selaku pimpinan tertinggi di Pemerintah Provinsi Sumut, tidak memberikan solusi terkait dengan kelangkahan pupuk subsidi di Sumut.

"Pupuk ini, salah satu bahannya adalah gas itu," tutur mantan Ketua Umum PSSI itu.

Gurbernur Edy mengungkapkan perang antara Ukraina dengan Rusia sangat mempengaruhi harga pupuk di tanah air.

"Semakin lama perang (Ukraina dengan Rusia) semakin susah pupuk, ini lah dia harganya (pupuk) naik tinggi. Ya oke," sebut Gubernur Edy mengakhiri wawancara.

Pasokan pupuk subsidi langkah ini, dapat mempengaruhi hasil pertanian terkendala. Selain itu, akan berimbas dengan pasokan hingga menganggu kestabilan harga pangan. (TIK/pojoksatu)

BACA JUGA: Kapolda Sumut Harapkan TPID Bekerja Keras Atasi Inflasi Jelang Ramdhan