Jakarta, POJOKSATU.id - Usaha kuliner tak hanya menjadi sumber penghasilan bagi Paini, pemilik Kedai In-spirasi, tetapi juga sarana membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
Melalui usaha yang berdiri sejak Januari 2025 ini, Paini ingin mendorong para pekerjanya agar memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan kemandirian.
Upaya tersebut mendapat dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB).
Kedai In-spirasi kini memperoleh kesempatan mengikuti INACRAFT 2026 melalui dukungan perusahaan tersebut, setelah Paini mengikuti program UMK Academy 2026.
Keikutsertaan dalam pameran itu menjadi kesempatan bagi Kedai In-spirasi untuk memperkenalkan produk kulinernya sekaligus memperluas jangkauan cerita pemberdayaan penyandang disabilitas kepada masyarakat.
Kedai In-spirasi menyajikan beragam makanan dan minuman khas Jawa Timur, mulai dari pecel pinjo, lontong balap, telur asin, ayam bakar, hingga es cendol.
Usaha ini tercatat mampu menghasilkan omzet sekitar Rp8 juta hingga Rp10 juta per bulan.
Namun, bagi Paini, perkembangan usaha bukan sekadar persoalan penjualan.
Seluruh pekerja Kedai In-spirasi merupakan penyandang disabilitas yang tinggal di Rumah Disabilitas Mandiri.
Melalui usaha kuliner tersebut, mereka memperoleh kesempatan untuk bekerja, belajar, dan mengembangkan kemampuan.
“Bagi kami, usaha ini bukan hanya tentang berjualan makanan dan minuman. Yang paling penting adalah bagaimana teman-teman disabilitas memiliki kesempatan untuk bekerja, belajar, dan menjadi lebih mandiri. Kami ingin mereka memiliki kepercayaan diri dan pengalaman untuk terus berkembang,” ujar Paini.
Berawal dari Rumah Disabilitas Mandiri
Komitmen Paini terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas telah dimulai jauh sebelum Kedai In-spirasi berdiri.
Pada 2007, ia mendirikan Rumah Disabilitas Mandiri di Bekasi sebagai tempat tinggal sekaligus ruang pendampingan bagi penyandang disabilitas.
Sepanjang 2007 hingga 2026, rumah singgah tersebut telah menjadi tempat tinggal bagi sekitar 160 penyandang disabilitas.
Sebagian di antaranya telah mampu hidup mandiri dan melanjutkan kehidupan di luar rumah singgah.
Saat ini, sebanyak 12 penyandang disabilitas masih tinggal di Rumah Disabilitas Mandiri.
Mereka menjadi bagian dari kegiatan usaha Kedai In-spirasi yang menghubungkan pemberdayaan sosial dengan aktivitas ekonomi produktif.
Bagi Paini, kesempatan mengikuti UMK Academy 2026 dan berpartisipasi dalam INACRAFT menjadi bagian penting dari perjalanan mengembangkan usaha tersebut.
“Kesempatan mengikuti UMK Academy dan hadir di INACRAFT menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi kami. Kami bisa belajar lebih banyak, mengenalkan Kedai In-spirasi kepada masyarakat, sekaligus membawa cerita teman-teman disabilitas yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan usaha ini,” tambah Paini.
Pertamina Dorong UMKM Berdampak Sosial
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Reno Fri Daryanto, mengatakan dukungan terhadap UMKM tidak hanya berfokus pada pengembangan produk dan peningkatan usaha.
Lebih dari itu, UMKM juga diharapkan mampu membuka peluang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kedai In-spirasi memiliki cerita yang kuat karena di dalamnya terdapat semangat pemberdayaan penyandang disabilitas. Melalui dukungan yang diberikan, kami berharap Ibu Paini dan Kedai In-spirasi dapat terus mengembangkan usahanya sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi teman-teman disabilitas untuk berkarya dan menjadi mandiri,” ujar Reno.
Melalui program pemberdayaan UMKM, Pertamina Patra Niaga Regional JBB terus mendorong pelaku usaha binaan untuk meningkatkan kapasitas, memperluas akses pasar, serta memperbaiki kualitas usaha agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Partisipasi Kedai In-spirasi dalam INACRAFT 2026 menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap UMKM yang menggabungkan pengembangan bisnis dengan pemberdayaan masyarakat.
Bagi Paini dan para pekerjanya, kesempatan tersebut juga menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa penyandang disabilitas dapat berkarya dan berkontribusi melalui usaha produktif.







