JAKARTA, POJOKSATU.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka peluang memperluas program beasiswa LPDP Jakarta hingga universitas-universitas di Korea Selatan.
Peluang tersebut dibahas Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat bertemu Wakil Wali Kota Seoul Jeong Sang-hun di Seoul, Korea Selatan, Selasa (6/10/2026).
Rano mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan menjajaki kemungkinan menghubungkan program beasiswa tersebut dengan sejumlah universitas terkemuka di Seoul.
"Kami akan dengan senang hati menjajaki peluang untuk menghubungkan program ini dengan universitas-universitas terkemuka di Seoul," kata Rano.
Menurut Rano, kesempatan belajar di Korea Selatan tidak hanya ditujukan untuk memperoleh gelar akademik.
Penerima beasiswa juga diharapkan dapat merasakan secara langsung perkembangan teknologi, industri kreatif, serta budaya yang berkembang di Korea Selatan.
Pendaftaran Ditargetkan Dibuka September 2027
Program beasiswa yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta tersebut ditargetkan mulai membuka pendaftaran pada September 2027.
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta M Subki mengatakan persiapan program terus dilakukan, termasuk menentukan bidang studi yang sesuai dengan kebutuhan Jakarta.
"September, tapi enggak tahu ya sudah mulai belum," ujar Subki dalam Berita Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Program ini disiapkan dengan anggaran sekitar Rp100 miliar dan ditargetkan memberikan beasiswa kepada 50 penerima.
Subki mengatakan bidang studi yang menjadi prioritas nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan sumber daya manusia dan tenaga kerja di Jakarta.
Ia menilai program beasiswa akan lebih bermanfaat jika penerima memilih bidang studi yang memang dibutuhkan Jakarta.
Salah satu contoh yang disebut adalah pendidikan dokter spesialis.
"Kan sayang kalau mereka LPDP di luar negeri ambil jurusan yang tidak terlalu kita butuhkan.
Maka kita minta ke Pemda untuk dicek dulu kira-kira kita kebutuhannya apa. Kalau dokter spesialis, maka itu kemudian yang jadi prioritas," tuturnya.
Syarat Beasiswa LPDP Jakarta
Program yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta ini ditujukan untuk pendidikan magister (S2) dan doktor (S3).
Untuk calon penerima program magister, persyaratan yang disiapkan antara lain:
1. Memiliki NIK sebagai penduduk Provinsi DKI Jakarta dan berdomisili di DKI Jakarta.
2. Telah lulus program diploma empat atau sarjana (S1) dengan IPK minimal 3,00 pada skala 4,00.
3. Belum pernah menempuh maupun menyelesaikan pendidikan magister (S2).
Sementara itu, persyaratan untuk program doktor (S3) meliputi:
1. Memiliki NIK sebagai penduduk Provinsi DKI Jakarta dan berdomisili di DKI Jakarta.
2. Telah lulus program magister (S2) dengan IPK minimal 3,25 pada skala 4,00.
3. Belum pernah menempuh maupun menyelesaikan pendidikan doktor (S3).
4. Memiliki profesi atau pengalaman kerja yang sesuai dengan program studi yang akan diambil.
Persyaratan tersebut menjadi gambaran awal bagi calon peserta. Ketentuan final, termasuk mekanisme pendaftaran dan pilihan perguruan tinggi, tetap perlu menunggu pengumuman resmi program.
Komponen Beasiswa yang Disiapkan
Selain biaya pendidikan, program ini mencakup sejumlah bantuan untuk menunjang kebutuhan penerima selama menjalani studi.
Bantuan biaya personal mencakup biaya hidup mahasiswa, tunjangan buku, transportasi, asuransi kesehatan, biaya kedatangan, biaya keadaan darurat, tunjangan keluarga, biaya pendamping disabilitas, bantuan bagi penyandang disabilitas, serta biaya aplikasi visa.
Beasiswa juga mencakup bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan yang disesuaikan dengan standar biaya pendidikan perguruan tinggi untuk program S2 dan S3.
Selain itu, penerima dapat memperoleh bantuan penelitian yang meliputi penelitian tesis atau disertasi, seminar atau konferensi internasional, serta publikasi jurnal internasional.
Dengan adanya peluang kerja sama dengan universitas di Seoul, program beasiswa Jakarta nantinya tidak hanya membuka akses pendidikan tinggi bagi warga Jakarta, tetapi juga berpotensi memperluas pengalaman akademik dan profesional penerima di tingkat internasional.
Namun, bagi calon peserta yang mengincar universitas di Korea Selatan, daftar kampus dan program studi yang dapat dipilih masih perlu menunggu hasil penjajakan serta ketentuan resmi Pemprov DKI Jakarta.







