JAKARTA, POJOKSATU.id -- Peneliti Senior Bidang Politik BRIN Lili Romli menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak bisa hanya mengandalkan figur Jokowi.

Menurut peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini, PSI perlu memperkuat mesin partai hingga ke akar rumput.

Menurut Lili, seluruh kader, fungsionaris, dan organ partai harus bergerak secara optimal untuk membangun kekuatan organisasi.

"Saya kira, bukan hanya untuk PSI, tetapi juga untuk semua partai, mesin partai harus bergerak. Sebab jika hanya mengandalkan figur sentral, tidak cukup. Untuk PSI, tampaknya sadar bahwa mengandalkan figur Jokowi tidak cukup," ujar Lili, Sabtu (24/10/2026).

Dia menilai, penguatan struktur partai, terutama di tingkat bawah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, menjadi penting agar PSI memiliki basis dukungan yang kuat.

Lili menilai, PSI tampaknya sudah menyadari bahwa popularitas Jokowi saja tidak cukup untuk menopang kekuatan partai.

Terlebih, berbagai isu yang menimpa Jokowi dan keluarganya berpotensi menggerus dukungan para pendukung dan loyalisnya.

"Dalam konteks itu kemudian PSI mendorong agar mesin partai bergerak, terutama yang ada di bawah yang dekat dengan akar rumput," kata Lili.

Meski demikian, Lili mempertanyakan apakah PSI sudah memiliki mesin partai yang kuat dan berjalan optimal.

Menurut dia, persoalan tersebut menjadi tantangan bagi PSI karena partai itu belum berhasil lolos ke DPR RI.

"Problemnya apakah sudah terbangun mesin partai tersebut karena PSI kan selalu tidak lolos ke Senayan," ucap Lili.***