DEPOK, POJOKSATU.id - Kabar dugaan penahanan sejumlah perwira tinggi Polri di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, memunculkan tanda tanya.
Hingga Selasa (3/11/2026), Mabes Polri belum memberikan kepastian mengenai kebenaran informasi yang beredar tersebut.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengaku masih akan memeriksa informasi mengenai dugaan penangkapan sejumlah jenderal tersebut.
"Nanti kami cek ya," kata Isir, Selasa (3/11/2026).
Pernyataan singkat tersebut belum menjawab sejumlah pertanyaan mengenai siapa saja perwira tinggi yang dikabarkan diamankan maupun alasan di balik dugaan penahanan tersebut.
Informasi yang beredar bahkan menyebut salah satu sosok yang diduga ditangkap merupakan jenderal dengan pangkat bintang empat.
Kabar tersebut turut dikaitkan dengan dugaan praktik penyadapan. Namun, sampai saat ini belum ada penjelasan resmi yang mengonfirmasi keterkaitan dugaan perkara tersebut dengan informasi penangkapan.
Isu ini juga belum disertai keterangan resmi mengenai identitas pihak yang disebut-sebut ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua.
Ketika kembali dimintai penjelasan mengenai proses evaluasi, Isir tidak menguraikan lebih jauh persoalan tersebut.
Ia justru mengajak masyarakat menjaga kebersamaan, termasuk di ruang publik dan digital.
"Ayo kita mari tetap bergandengan tangan. Bahu membahu, wujudkan Indonesia di ruang publik di ruang digital," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Isir juga menyinggung aksi demonstrasi yang berlangsung di Yogyakarta pada 28 Oktober 2026.
Hingga berita ini ditulis, Mabes Polri belum menyampaikan konfirmasi lebih lanjut mengenai dugaan penahanan sejumlah perwira tinggi tersebut.
Dengan demikian, informasi mengenai adanya jenderal Polri yang ditangkap, termasuk isu dugaan penyadapan dan penahanan di Mako Brimob Depok, masih menunggu penjelasan resmi kepolisian.





