JAKARTA, POJOKSATU.ID- Aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa dan berbagai elemen yang terdiri dari Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu (28/10), berakhir ricuh.
Bentrokan pecah setelah massa mahasiswa berupaya menerobos barikade pengamanan petugas untuk mencapai titik aksi utama.
Kericuhan bermula saat rombongan demonstran dari arah Jalan Imam Bonjol tertahan oleh barikade aparat. Upaya petugas membendung pergerakan massa memicu aksi saling dorong hingga situasi memanas.
Ketegangan makin meningkat saat peserta aksi mendesak barikade dibuka. Sejumlah demonstran mulai membakar ban bekas hingga asap hitam mengepul di area Bundaran HI. Dalam situasi yang kian tak terkendali, sebagian massa melontarkan batu dan petasan ke arah aparat.
Petugas kepolisian merespons dengan menyemprotkan water cannon dan melepaskan beberapa tembakan gas air mata. Massa berhamburan mundur guna menghindari paparan gas.
Personel gabungan TNI dan Polri tetap disiagakan di sejumlah titik strategis untuk mengamankan lokasi.
Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto turun langsung ke lapangan untuk memantau situasi. Ia berkeliling meninjau titik-titik pengamanan guna memastikan situasi kembali terkendali.
Aksi yang berlangsung tepat pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ini diperkirakan diikuti sekitar 4.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Indonesia (UI). Sebagian massa dilaporkan sempat tertahan di beberapa titik akses menuju lokasi hingga sore hari.
Dalam penyataan sikapnya, Komite SADAR menyoroti lima persoalan mendasar yang dinilai mencerminkan kegagalan pemerintah:
Penanganan Karhutla & Tata Kelola Lahan: Mendesak penetapan status bencana nasional untuk karhutla, penindakan hukum terhadap korporasi yang terlibat, dan penyelesaian integrasi tata kelola lahan.
Reformasi Anggaran Negara: Mendesak APBN lebih berpihak pada kebutuhan rakyat serta mengkritik alokasi anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dinilai berpotensi menggeser prioritas belanja publik.
Pendidikan dan Layanan Dasar: Menuntut penurunan biaya pendidikan tinggi, perluasan akses layanan dasar, dan penyediaan lapangan kerja berkualitas.
Penegakan Hukum & Pemberantasan KKN: Menghentikan penggunaan hukum untuk kepentingan kekuasaan serta menuntaskan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Sementara itu, situasi di sekitar Bundaran HI berangsur surut setelah hujan deras mengguyur Jakarta Pusat sekitar pukul 19.00 WIB, yang mendorong sebagian besar demonstran membubarkan diri.
Arus lalu lintas di kawasan protokol tersebut mulai dibuka kembali secara bertahap pada pukul 20.10 WIB. Pada pukul 20.30 WIB, ruas Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman dari kedua arah telah beroperasi normal sepenuhnya, disusul penarikan pasukan pengamanan secara bertahap***





