JAKARTA, POJOKSATU.id - Artis Zaskia Adya Mecca turut hadir bersama massa demo 28 Oktober 2026 yang berpusat di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Zaskia Adya Mecca tidak sekadar datang, namun juga ikut membawa poster bertuliskan "Diam # Pilihan" dan "Silence is Violence".

Istri Hanung Bramantyo itu bersama rekan artis Hamidah Rachmayanti serta sang suami Irvan Farhad membawa berbagai logistik yang dibagikan ke massa demo.

Zaskia juga aktif membagikan momen di lokasi aksi di Instagram Story-nya, meski harus berjibaku dengan sinyal yang tidak berjalan lancer seperti biasa.

"Hadir dari jam 1 siang untuk saling menjaga warga, baik yang di jalan hari ini pun untuk yang jauh," tulisnya pada caption postingan-nya.

Artis yang baru pulang dari Palangkaraya membantu warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhulta) ini menegaskan, aspirasi yang digemakan hari ini bakal didengar dan berharap ada perubahan.

"Kami pastikan suara juga aspirasi terdengar dan sampai (itu pasti sih, ya masa enggak tau banyak yang turun hari ini), semoga ada perubahan yang lebih baik ya," tegasnya.

Zaskia juga mengatakan ikut aksi bukan demi gaya-gayaan pribadi, melainkan sebagai warga Indonesia dirinya juga merasakan keresahan yang sama.

"Bukan buat personal, tapi untuk Indonesia. Sayang kalian semua, warga," pungkasnya.

Sementara itu, Hamidah Rachmayanti menambahkan bantuan logistic yang dibagikan ke massa demo 28 Oktober merupakan bantuan dari Aliansi Ibu Indonesia.

"Alam pun mendukung perjuangan ini, semua tertib, bantuan logistik dari Aliansi Ibu Indonesia bisa membersamai perjuangan ini. Panjang umur perjuangan," jelasnya.

Demo 28 Oktober 2026 Bundaran HI

Seperti diketahui, mahasiswa dalam aksinya menyuarakan lima hal, yaitu; Penanganan Bencana dan Tata Kelola Lahan dengan menuntut pengadilan terhadap korporasi yang bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan, serta penyelesaian integrasi tata kelola lahan.

Selanjutnya, Anggaran Negara untuk Rakyat. Massa meminta pemerintah menyusun APBN yang berpihak pada kepentingan rakyat dan menghentikan pemborosan anggaran untuk kepentingan politik melalui program populis, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Kemudian, Pendidikan dan Kesejahteraan. Massa demo 28 Oktober 2026 menuntut penurunan biaya pendidikan, pemerataan akses terhadap layanan dasar, serta penyediaan lapangan kerja yang berkualitas. Lalu, Penegakan Hukum dan Pemberantasan KKN dan Kebebasan Sipil dan HAM. ***