POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Ada yang menarik pasca putusan sidang cerai Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika yang menggugat Dedi Mulyadi, karena saat keluar dari persidangan pada tanggal 22 Februari lalu, Anne sempat menitikan air mata. Entah air mata bahagia atau air mata derita, pastinya hanya Anne sendiri yang tahu.
Setelah perjalanan yang cukup panjang dan berliku, dari awal menggugat suaminya hinga belasan kali sidang perceraian Anne akhirnya lega, karena sudah mendapatkan putusan atas gugatan cerainya hingga menitikan air mata.
Tapi sialnya, persidangan cerai yang dilalui Anne tidak semulus itu, karena Dedi Mulyadi melalui kuasa hukumnya mengajukan banding. Yang artinya, akan ada kembali sidang – sidang cerai berikutnya.
Keteguhan hati Dedi Mulyadi untuk banding, mencerminkan seorang sosok pria sejati yang tetap mempertahankan keluarga demi anak-anaknya. Lelaki yang memperjuangkan cinta kepada istrinya, karena Dedi meyakini bahwa Anne menggugat dirinya karena terpengaruh nafsu bukan berfikir secara rasional.
Sehingga, Dedi melalui kuasa hukumnya bersikukuh mengajukan banding, terlebih lagi dirinya meyakini orang-orang di sekeliling Anne bergembira ria dan bertepuk tangan ketika dirinya dan istrinya berpisah.
“Kita akan mengajukan banding,” ucap Aa Ojat Sudrajat, kuasa hukum Dedi Mulyadi saat usai putusan hakim pengadilan agama purwakarta Rabu (22/02).
Sehari kemudian tepatnya pada tanggal 23 Februari, puluhan wanita menangis haru antara sedih dan bahagia saat melihat dan bertemu dengan Dedi Mulyadi.
Baca Juga : Dedi Sebut Anne Ratna Mustika Sering Ke Orang Pintar Atau ‘Pananyaan’, Guru Ngajinya Bukan Ketua PCNU Purwakarta
Bahkan salah satu wanita sampai memeluk Dedi Mulyadi sambil menangis haru dalam pelukan Dedi Mulyadi, tidak menghiraukan butiran-butiran air hujan yang turun rintik-rintik wanita itu tetap menangis sambil memeluk Dedi Mulyadi.
Wanita itu satu dari ribuan warga yang tengah menunggu kedatangan Dedi Mulyadi, mereka menyambut anggota DPR RI tersebut dengan antusias, walaupun kondisi hujan mereka rela menunggu sang idola budayawan jawa barat tersebut.
Kejadian itu terjadi di Tasikmalaya untuk memenuhi undangan masyarakat dalam rangka Milangkala Desa Sodonghilir, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya ke-149 tahun.
Acara yang digelar di Alun-alun Sodonghilir ini riuh oleh masyarakat yang ingin bertemu langsung dengan Kang Dedi.
Begitu Kang Dedi sampai di lokasi dan turun mobil, ratusan warga langsung berlari menghampiri. Bahkan puluhan ibu-ibu menangis berebut ingin memeluk Kang Dedi. Mereka (ibu-ibu) itu pastinya mengikuti perjalanan Dedi Mulyadi, baik melalui medsos maupun gosip jalanan tentang sosok wakil rakyat tersebut.
Ibu-ibu tersebut merasa bahagia karena bisa bertemu langsung dengan Kang Dedi. “Alhamdulillah, bapak datang, bisa ketemu langsung,” ujar salah seorang ibu yang tak hentinya menangis dan memeluk Kang Dedi.
Sejumlah masyarakat lain menyambut Kang Dedi dengan berebut bergantian bersalaman. Bahkan untuk menuju panggung, jalan Kang Dedi sempat terhambat karena banyaknya masyarakat yang ingin berfoto bersama.
Meski saat acara diguyur hujan, namun Kang Dedi tetap melanjutkan sambutan di tengah-tengah masyarakat. Dalam sambutannya Kang Dedi mengingatkan masyarakat akan kemuliaan seorang ibu.
“Kenapa doa ibu, ucapan ibu itu manjur, karena ucapan ibu keluar dari rasa dan pakai cinta hingga dekat ke Yang Maha Kuasa,” ujar Kang Dedi.
Ia pun berharap acara milangkala atau perayaan hari jadi tersebut bisa bermanfaat bagi perekonomian masyarakat sekitar, sekaligus sebagai ajang silaturahmi.
“Semoga ini membawa manfaat bagi kita semua, dan hujan ini menjadi berkah,” ucapnya.
Momen hujan air mata bahagia itu dapat disaksikan di saluran Kang Dedi Mulyadi Channel dan sejumlah media sosial milik Kang Dedi Mulyadi.
“Pasti ada duka dalam tangis perpisahan. Namun pasti ada bahagia dalam tangis pertemuan,” tulis Kang Dedi Mulyadi di Instagram miliknya @dedimulyadi71. (Ade Winanto / pojoksatu)




