JAKARTA, POJOKSATU.id, Kawasan Blok M di Jakarta Selatan akan ditata dan dikembangkan melalui proyek Ultimate Development Blok M.
Penataan tersebut diproyeksikan membawa sejumlah perubahan terhadap kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik berkumpul favorit masyarakat, khususnya kalangan anak muda.
Meski demikian, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan agar pembaruan Blok M tidak sampai menghapus identitas yang telah terbentuk di kawasan tersebut.
Menurut Pramono, Blok M saat ini bukan sekadar kawasan komersial, tetapi juga telah menjadi ruang berkumpul bagi anak muda yang datang dari berbagai daerah.
Beragam aktivitas turut berkembang di sana, mulai dari tempat berkumpul hingga munculnya berbagai pilihan kuliner yang menjadi perbincangan masyarakat.
Atas dasar itu, Pramono ingin proses pengembangan dilakukan dengan tetap mempertahankan karakter khas Blok M.
Ia menekankan bahwa modernisasi kawasan seharusnya membuat Blok M lebih tertata dan nyaman tanpa mengorbankan ciri khas yang membuat kawasan tersebut tetap diminati.
"Maka dalam pembangunan yang dilakukan, yang akan dilakukan membuat sesuatu menjadi lebih baik, lebih baru, lebih modern, lebih tertata, lebih rapi, yang nggak boleh kehilangan adalah wajah negara Blok M-nya," ujar Pramono.
Pramono juga melihat pengembangan Blok M dapat menjadi pemicu lahirnya kawasan-kawasan dengan daya tarik serupa di Jakarta.
Menurutnya, peluang tersebut semakin terbuka apabila proyek revitalisasi telah selesai dan jaringan transportasi di kawasan itu semakin terhubung.
Penataan Taman Semanggi yang dilakukan bersamaan juga dinilai dapat mendukung konektivitas serta meningkatkan aktivitas di sejumlah kawasan strategis ibu kota.
Dengan perkembangan tersebut, Pramono memperkirakan Jakarta nantinya dapat memiliki "negara-negara" Blok M baru di lokasi lainnya.
Dalam proses pengembangan kawasan, Pramono turut memberikan arahan kepada PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT Intiland Development Tbk.
Ia meminta kedua pihak tersebut tidak mengesampingkan konsep dasar Blok M sebagai kawasan yang terus hidup dan aktif.
Pramono ingin Blok M tetap menjadi tempat yang mempertemukan berbagai aktivitas.
Mulai dari pekerjaan, interaksi masyarakat, perkembangan kreativitas anak muda hingga kegiatan yang berkaitan dengan budaya dan tradisi.
"Secara khusus saya meminta kepada jajaran MRT dan juga Intiland untuk tetap memegang konsep utama mengenai Blok M yaitu tempat yang sesuatu yang bersifat live, tempat untuk bekerja yang tidak pernah terputus, tempat yang terkoneski dengan segala sesuatu di seluruh dunia, tempat segala sesuatu yang melihat kemajuan anak-anak muda dan juga tradisi budaya yang akan bisa membuat Blok M tetap terjaga dari berbagai aspek," tuturnya.
Di sisi lain, PT MRT Jakarta (Perseroda) telah menyiapkan konsep Ultimate Development Blok M sebagai kerangka pengembangan kawasan tersebut.
Proyek ini tidak hanya berfokus pada penataan ruang, tetapi juga mencakup pembangunan kawasan mixed use dengan berbagai fungsi yang saling terhubung.
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat mengungkapkan terdapat lima transformasi utama yang menjadi bagian dari rancangan pengembangan Blok M.
Tahap pertama mencakup pembaruan Terminal Blok M agar memiliki fasilitas yang lebih modern serta terhubung dengan jaringan transportasi lainnya.
Sementara itu, pengembangan mixed use menjadi bagian dari transformasi kedua yang akan diterapkan di kawasan Blok M-ASEAN.
"Transformasi yang kedua adalah pengembangan mixed use. Di mana kawasan ini adalah kawasan Blok M-ASEAN yang nantinya akan sangat accessible, inklusif, dan dinamis," kata Tuhiyat.
Tahap ketiga diarahkan pada peningkatan aksesibilitas dan integrasi kawasan.
Konsep tersebut akan memperkuat hubungan antara berbagai moda transportasi sekaligus menghubungkan setiap fungsi kawasan, termasuk melalui fasilitas yang lebih ramah bagi pejalan kaki.
Transformasi keempat menyasar pembentukan destinasi komersial dengan konsep baru.
Nantinya, masyarakat akan menemukan berbagai pilihan retail, makanan, kebutuhan gaya hidup, serta ruang publik yang berada dalam kawasan yang saling terintegrasi.
Adapun transformasi kelima berkaitan dengan penyediaan ruang terbuka publik yang lebih hijau dan aktif.
"Selanjutnya yang terakhir adalah ruang terbuka publik yang akan lebih hijau, aktif, nyaman untuk berinteraksi dan beraktivitas," tutur Tuhiyat.
Melalui kelima transformasi tersebut, Ultimate Development Blok M diarahkan untuk menghadirkan kawasan yang lebih modern dan terhubung.
Meski mengalami berbagai pembaruan, pengembangan tersebut tetap diarahkan agar Blok M mempertahankan perannya sebagai ruang publik dan pusat aktivitas masyarakat di Jakarta.***







