Dedi Sebut Anne Ratna Mustika Sering Ke Orang Pintar Atau ‘Pananyaan’, Guru Ngajinya Bukan Ketua PCNU Purwakarta

dedi Mulyadi
Wakil ketua komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi, saat di pengadilan Agama Purwakarta berbicara santai bareng para pengacaranya.

POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Ternyata penggiringan opini belakangan ini yang menyatakan bahwa guru ngaji Anne Ratna Mustika ketua PCNU Purwakarta, dibantah keras oleh Kang Dedi Mulyadi yang jelas Anne bertanya kepada orang pintar atau ‘Pananyaan’ (bhs sunda) dengan orang ini.


Dedi mengungkapkan fakta baru dalam lingkaran permasalahan gugatan cerai yang dilayangkan oleh istrinya, Anne Ratna Mustika.

“Saya katakan embu (panggilan Anne) ini orangnya baik, walaupun embu sudah tidak mau panggil saya ayah, selalu bilangnya KDM (Kang Dedi Mulyadi) gak apa-apa, saya tetap bilang embu, embu orangnya baik tetapi karena hatinya sangat terbuka, telinga embu terlalu banyak mendengar, dan siapa yang didengar adalah orang-orang di sekelilingnya,” ujar Kang Dedi.

Hal tersebut diungkapkan Kang Dedi saat datang ke sidang lanjutan gugatan cerai di Pengadilan Agama Purwakarta, Rabu kemarin (07/12/).


Menurut Kang Dedi, orang-orang yang dimaksud adalah berada di lingkungan pemerintahan, di luar pemerintahan, keluarga termasuk guru spiritual Anne.

“Saya tidak mau menyebut guru ngaji karena di situ bukan proses belajar mengaji, tapi proses belajar bertanya. Kalau dalam bahasa Sunda itu disebutnya pananyaan,” katanya.

Baca Juga : Dedi Mulyadi Jawab Semua Tuduhan Materi Gugatan Anne Ratna Mustika, Ini Isinya

Kang Dedi memastikan, istrinya tidak pernah belajar mengaji pada Ketua PCNU Purwakarta seperti yang diberitakan sejumlah media. Justru Anne hanya datang ke orang yang dikenal sebagai tempat ‘pananyaan’.

“Pananyaan itu kan embu tinggalnya di mana sih? Bukan di Purwakarta tapi di Cianjur, tetangga desanya, saya tahu kok. Nah kemudian yang lain-lain itu adalah pananyaan lain di Purwakarta ada beberapa, di Banten juga ada. Embu itu ada tradisi baru sering ke panayaan sekarang itu,” ujarnya.

Selain itu Kang Dedi juga membuka fakta soal sosok berinisial M. Sosok tersebut dulu sangat anti pada Kang Dedi, namun kini orang tersebut justru masuk ke lingkaran dan sering mengajak Anne ke ‘pananyaan’.

“Nah di antara yang suka mendampinginya berinisial M yang dulu sangat anti pada saya dan sekarang sangat dekat dengan embu dan sering ngajak embu ke pananyaan dan itu bukan tradisi kami,” tegas Kang Dedi Mulyadi. (Ade Winanto / pojoksatu)