POJOKSATU.ID- Kepolisian Resor (Polres) Kudus mengamankan 25 orang yang diduga merupakan anggota kelompok penagih utang atau debt collector (DC) setelah terjadi bentrokan dengan warga di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Puluhan orang tersebut dibawa menggunakan kendaraan Dalmas Polres Kudus untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sebelum dibawa, petugas terlebih dahulu memeriksa mereka guna mengantisipasi adanya barang yang berpotensi membahayakan.
Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti peristiwa tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Menurutnya, polisi mengamankan sejumlah orang beserta barang bukti yang ditemukan di lokasi maupun kendaraan yang digunakan kelompok tersebut.
Selain mengamankan 25 orang, petugas juga menemukan sejumlah senjata tajam (sajam) serta empat sertifikat tanah di dalam kendaraan kelompok yang diduga sebagai debt collector tersebut.
Polisi belum menyimpulkan siapa pemilik barang-barang itu. Kepemilikan senjata tajam dan asal-usul sertifikat tanah yang ditemukan masih menjadi bagian dari penyelidikan.
Kapolres Kudus menyampaikan bahwa petugas turut memeriksa tujuh mobil yang berkaitan dengan kelompok tersebut untuk memastikan kepemilikan barang bukti yang ditemukan.
"Ada tujuh mobil. Kita periksa semua. Tadi ditemukan juga sajam, tetapi akan kita cek lagi itu punya siapa dan bagaimana ceritanya bisa sampai di situ," ujarnya dikutip, Selasa (13/10/2026).
Ia menegaskan, seluruh temuan tersebut akan didalami untuk mengetahui keterkaitan masing-masing pihak dalam peristiwa bentrokan.
Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap orang-orang yang diamankan, termasuk menelusuri kepemilikan senjata tajam dan empat sertifikat tanah yang ditemukan di kendaraan.
Kapolres menegaskan, proses hukum akan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang diperoleh petugas.
Sebelumnya, bentrokan antara warga dan kelompok yang diduga sebagai debt collector terjadi di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, pada Selasa (13/10/2026) petang.
Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan satu orang mengalami kondisi yang memerlukan penanganan medis hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Hingga kini, polisi masih mendalami kronologi kejadian serta peran masing-masing pihak untuk mengungkap penyebab bentrokan tersebut.





