POJOKSATU.ID- Polisi mengungkap status para korban ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Peristiwa nahas tersebut menewaskan dua orang dan 11 lainnya luka-luka.

"Status korban, sebagian adalah pekerja dan sebagian lagi merupakan masyarakat yang sedang melintas atau berada di depan ruko. Lokasi TKP (Tempat Kejadian Perkara, Red) merupakan sebuah gudang penyimpanan buah," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Susatyo Purnomo Condro, Rabu 14 Oktober 2026, malam.

Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari mengatakan korban dua tewas yang jenazah ditemukan di bawah reruntuhan gedung. Berdasarkan data sementara ada 10 orang yang berhasil dievakuasi dengan selamat dengan kondisi luka berat dan ringan.

Desiana menyatakan operasi evakuasi masih berlangsung hingga malam ini. Petugas masih melakukan penyisiran untuk menemukan kemungkinan adanya korban lain yang masih tertimbun di reruntuhan.

"Upaya pencarian dan pertolongan terus kami lakukan bersama unsur Potensi SAR dan instansi terkait. Kami mengutamakan keselamatan personel serta mengedepankan koordinasi dalam setiap tahapan operasi agar penanganan korban dapat berjalan secara optimal," ucapnya.

Sebelumnya, peristiwa ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menewaskan dua orang dan 11 lainnya luka-luka. Walaupun penyebabnya bukan akibat bom, namun memporak-porandakan empat blok bangunan ruko dua lantai.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Susatyo Purnomo Condro mengatakan kasus ini ditangani oleh tim gabungan (Polda Metro Jaya bersama Bareskrim Polri dan Polres Tangsel).

Pihak Kepolisianpun telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), yang melibatkan Puslabfor Bareskrim Polri bersama Krimum Polda Metro Jaya serta pihak Polres Tangsel

"Terlihat ada sekitar empat bangunan ruko dua lantai yang mengalami kerusakan.

Pendataan korban masih terus dilakukan, dengan informasi awal mencatat dua orang meninggal dunia dan sekitar 11 orang mengalami luka-luka," ujarnya, Rabu 14 Oktober 2026 malam.

Susatyo memuturkan langkah pertama yang dilakukan adalah proses evakuasi terhadap para korban. "Hasil olah TKP dengan menggunakan jibom dan tim terkait menyimpulkan bahwa kejadian tersebut bukanlah bom, melainkan sebuah ledakan yang saat ini masih didalami lebih lanjut," kata dia.

Ia menegaskan, data jumlah total korban sebanyak 13 orang, dengan rincian dua meninggal dunia, tiga luka berat dan delapan orang luka ringan. "Sebanyak emlat korban dilarikan ke Rumah Sakit Sari Asih, Ciputat; lima korban ke RSUD Tangsel, yang satu di antaranya meninggal; serta empat dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati, termasuk seorang korban yang tewas," ucap Susatyo.***