Oleh: Hazairin Sitepu

Selasa 8 September, hanya ada empat penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Radin Inten II Bandar Lampung.

Biasanya dalam sehari ada 15 penerbangan.

Saya dapat seat 7A di penerbangan pukul 11:10. Batik Air ID 6710. Kapasitas pesawat Air Bus A320 itu 156 kursi, tetapi yang terisi hanya 70 kursi.

Inilah penerbangan perdana ke Bandar Lampung setelah tiga hari Soekarno-Hatta tutup total.

Juga Radin Inten II dan lima bandara lainnya, akibat erupsi dahsyat Anak Krakatau mulai Sabtu pagi.

Gunung api di Selat Sunda itu menyemburkan abu pekat ke atas langit. Ketinggiannya mencapai 50 ribu kaki atau 15 km di atas permukaan laut.

Selasa subuh saya sebenarnya hanya coba-coba mengecek di aplikasi penjualan ticket apakah penerbangan ke Lampung sudah buka atau belum.

Saya memang ada janji bertemu orang di Lampung. Ternyata buka.

Beli. Ingin penerbangan lebih pagi. Ternyata bisa di pukul 11:10. Sukses. Langsung chek in web di aplikasi BookCabin. Sukses.

Pukul 08:15 dari Taman Yasmin Bogor. Perjalanan sangat lancar. Pukul 09:35 sudah tiba di Terminal 2 Soekarno-Hatta. Langsung ke Gate 5 D. Pukul 10:40 boarding.

Biasanya terbang ke Bandar Lampung dari Soekarno-Hatta hanya 30 menit. Kali ini 47 menit.

Kemungkinan jalurnya dibelokkan agak ke Utara menghindari terbang di atas Anak Krakatau.

Gunung api episentrum erupsi yang menyemburkan abu vulkanik menutupi langit Banten, Jawa Barat dan Lampung itu.

Selama penerbangan saya melihat lapisan awan bagian bawah berwarna agak cokelat. Lapisan atas di jalur penerbangan berwarna putih kelabu.

Batik Air ID 6710 terbang menembus dua lapisan awan itu sampai mendarat dengan mulus di landasan Bandara Radin Inten II Bandar Lampung.

Ini pendaratan pertama setelah tiga hari bandara itu tutup total.***