Oleh: Dahlan Iskan
Begitu tiba di Indonesia saya dapat kabar: "Beliau mendapat Hadiah Nobel", tulisnya dalam bahasa Mandarin di WeChat.
Saya pun langsung mengirim ucapan selamat. Tidak menyangka sama sekali bahwa saya baru saja bertemu pemenang hadiah Nobel.
'Beliau' yang dimaksud adalah bos besar yang saya temui di kota Ningde, bagian paling utara provinsi Fujian.
Namanya: Zeng Yuqun. Nama Inggrisnya: Robin Zeng.
Saya panggil ia Mr Robin. Saya lihat kartu namanya: tulisan marga Zeng-nya sama dengan marga kiper Persebaya yang pernah saya datangkan dari Wuhan dulu itu.
Saya pun mencari sumber berita di koran-koran berbahasa Inggris. Kok tidak ada nama itu sebagai pemenang Hadiah Nobel --tahun 2023.
Baca Juga: Setara Institute Tolak Normalisasi Pelanggaran Konstitusi Soal Pencawapresan Gibran
Saya terus mencari dan mencari: ada.
Di situlah saya baru tahu: ada Hadiah Nobel jenis lain di luar Hadiah Nobel yang sudah kita kenal itu.
Namanya juga Hadiah Nobel.
Baca Juga: Usai Dapat Nomor Urut 1, Cak Imin Singgung Isu Adanya Potensi Kecurangan Pemilu 2024
Pemberinya juga keluarga Alfred Nobel.
Tapi lewat lembaga yang disebut Nobel Sustainability Trust. Yayasan Keberlanjutan Nobel.
Pendirinya adalah Michael Nobel, Gustaf Nobel, Philip Nobel, dan Peter Nobel.
Semua dari keluarga Nobel, tapi bukan anak atau cucu Alfred Nobel.
Anda sudah tahu: Alfred Nobel sering kawin tapi belum pernah menikah. Tidak punya keturunan.
Akhir hidupnya sedih: hanya ditemani para pembantu yang bekerja karena dibayar.
Baca Juga: Pidato Prabowo Usai Dapat Nomor Urut 2 : Saya Bersyukur dan Penuh Kegembiraan Hari Ini
Alfred Nobel meninggal karena stroke. Selama sakit tidak bisa bicara. Untung ia masih bisa menulis.
Orang genius yang kaya raya ini meninggal di umur 63 tahun: di rumahnya yang menghadap ke Laut Tengah di bagian paling selatan Italia.
Nama Alfred Nobel tetap harum. Sampai sekarang. Seluruh hartanya diserahkan ke yayasan.
Baca Juga: Dapat Nomor Urut 3, Pendukung Ganjar Mahfud Gegap Gempita; Metal Menang Total!
Lembaga inilah yang kemudian memberikan Hadiah Nobel untuk para ilmuwan hebat kelas dunia di berbagai bidang.
Juga untuk tokoh yang berjasa dalam menciptakan perdamaian dunia.
Alfred Nobel memiliki lebih dari 300 paten internasional.
Baca Juga: Bukan Anies Tapi Cak Imin yang Pidato Usai Dapat Nomor Urut 1, Singgung Pemain dan Wasit Curang
Salah satu penemuan pentingnya adalah dinamit. Bahan peledak.
Ia juga menemukan kimia yang sekarang dipakai untuk membuat plywood.
Alfred Nobel pindah-pindah rumah: Swedia, Rusia, Jerman, Prancis, dan terakhir Italia.
Ia dituduh sebagai pengkhianat besar oleh Prancis dalam perang Eropa.
Seberapa hebat pun, orang yang hidup di zaman itu sulit berumur panjang.
Perang masih sering terjadi. Penyakit menular begitu banyak.
Baca Juga: Prabowo Sempat Joget Gemoy di KPU Usai Dapat Nomor Urut 2
Obat belum semaju sekarang. Maka hidup paling enak adalah di zaman sekarang –kecuali di Gaza dan Ukraina.
Di Indonesia pun, di zaman ini, hidup selalu enak –kecuali lima tahun sekali menjelang Pilpres.
Dari daftar penerima hadiah Nobel selama ini belum satu pun dari Tiongkok.
Baca Juga: Jelang Konser di GBK, Chris Martin Vokalis Coldplay Terlihat Santai Nyeker di Jalan Sudirman
Kecuali di bidang sastra. Maka saya kaget ketika nama Robin Zeng diumumkan sebagai penerima Hadiah Nobel.
Ternyata memang ada lembaga baru yang memberi hadiah Nobel.
Baru dua tahun umurnya. Robin Zeng penerima Nobel tahun 2023 bersama John Kerry.
Baca Juga: Gibran Minta Emil Dardak dan Arumi Bachsin Jadi Jubirnya untuk Pilpres 2024
Anda sudah tahu siapa Kerry: menteri luar negeri Amerika Serikat di zaman Presiden Obama.
Kerry-lah yang berusaha keras agar Kesepakatan Paris ditandatangani para pemimpin dunia.
Yakni kesepakatan dalam mengatasi perubahan iklim dan pemanasan global.
Robin dianggap tokoh paling serius dalam menemukan dan mengembangkan baterai lithium. Yakni lewat pabriknya: CATL.
Saya ke pabrik itu. Luasnya lebih 100 hektare. Sangat modern.
Juga melihat baterai sodium yang akan diandalkan untuk baterai masa depan CATL.
Baca Juga: Anies Berinisiatif Bawa Anak Palestina ke Indonesia
Kini Robin sudah punya pabrik yang sama di banyak negara: Jerman, Amerika, Jepang. CATL adalah raja dunia untuk baterai lithium.
Ternyata sudah ada hadiah Nobel untuk kelangsungan bumi manusia.***



