POJOKSATU.id, KARAWANG - Penduduk Kampung Parungnala, Desa Tegallega, Kecamatan Ciampel, menyoroti peran penting jembatan darurat yang saat ini menjadi bagian integral dari aktivitas sehari-hari mereka.

Jembatan ini memainkan peran vital dalam menghubungkan warga desa tersebut, dan masyarakat berharap agar PT Sinohydro, perusahaan konstruksi yang terlibat dalam proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), tidak merobohkan jembatan yang sangat dibutuhkan ini.

Kehadiran jembatan yang melintasi Sungai Citarum ini bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi penghubung sosial antara warga desa.

Warga merasa prihatin dengan rencana pembongkaran jembatan ini yang dapat mengganggu akses vital bagi kehidupan sehari-hari mereka.

Baca Juga: Jiwa Batujaya, Candi Tertua di Tanah Jawa Kokoh Berdiri di Balik Kawasan Industri Karawang

Tidak hanya warga setempat yang berbicara, tetapi dukungan juga datang dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang, Suci Nurwinda, SPd.

Dalam pernyataannya, Suci Nurwinda menegaskan pentingnya mempertimbangkan dampak sosial dari proyek-proyek nasional seperti KCIC.

"Proyek-proyek besar seperti KCIC harus memberikan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat sekitar. Kita tidak boleh melupakan bahwa ada tanggung jawab untuk menciptakan kesejahteraan dan kenyamanan bagi warga yang terdampak," ujar Suci Nurwinda.

Baca Juga: DPMPTSP Karawang Minta Para Pelaku Usaha Urus PBG dan SLF

Politisi dari Partai Demokrat ini juga menyampaikan bahwa ia telah menerima masukan dari warga Ciampel mengenai masalah ini. Ia telah berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait.

Meskipun bukan bagian dari tim proyek, ia mengingatkan bahwa perusahaan-perusahaan yang terlibat perlu mempertimbangkan dampak sosial dari tindakan mereka.

Lebih lanjut, Suci Nurwinda mengungkapkan bahwa jembatan ini memiliki signifikansi lebih dari sekadar akses fisik. Daerah tersebut terdiri dari beberapa kampung seperti Parungnala, Talibaju, Narogtog, dan Kampung Jawa, yang semuanya sangat bergantung pada jembatan ini untuk aktivitas sehari-hari mereka, termasuk anak-anak yang harus pergi ke sekolah.

Baca Juga: Para Aktivis di Karawang Bentuk Presidium Karawang Los: Lawan Oligarki Sistematis

Sebelum adanya jembatan darurat, warga harus menyeberangi Sungai Citarum dengan perahu, suatu situasi yang sangat riskan terutama saat air sungai meluap. Beberapa insiden tenggelam bahkan telah terjadi. Oleh karena itu, menjaga eksistensi jembatan ini menjadi hal yang sangat penting.

"Sahabat kami, Mas Uyo, adalah salah satu korban tenggelam saat menyeberangi sungai dengan perahu dan ceritanya menjadi viral. Kehadiran jembatan ini akan memberikan perlindungan kepada warga dari risiko serupa," tegas Suci Nurwinda, mempertegas bahwa jembatan ini seharusnya tidak dirobohkan.

Baca Juga: Aksi Predator Anak di Karawang, Iming-imingi Permen Sebelum Sikat Korban

"Saya mendukung aspirasi warga, penduduk desa, dan juga Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang agar jembatan ini tetap berdiri. Kita tidak boleh lupa bahwa warga Tegallega dan sekitarnya telah memberikan kontribusi besar dalam kelancaran proyek KCIC mulai dari tahap pelepasan lahan hingga implementasi proyek yang sukses. Saatnya kita menghormati mereka dengan mempertahankan jembatan ini," tambahnya dengan tegas. ***