JEMBER, POJOKSATU.id - Fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kabupaten Jember dalam beberapa hari terakhir memancing perhatian berbagai pihak.
Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, turut memberikan tanggapan terhadap persoalan yang kembali dikeluhkan oleh masyarakat tersebut.
Menurut Widarto, permasalahan antrean BBM ini ternyata tidak hanya terjadi di wilayah Jember saja.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kendala yang ada bukan sekadar persoalan teknis pengiriman dari Banyuwangi.
"Sederhananya kami membaca bahwa ini bukan persoalan hanya proses pengiriman yang dari Banyuwangi, jadi ini problem mungkin bahkan nasional," ujar Widarto.
Kendati demikian, ia sangat menyayangkan lambannya langkah komunikasi yang dilakukan oleh pihak Pertamina.
Seharusnya, mitigasi dan sosialisasi sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum perubahan pola distribusi atau penyesuaian kuota berdampak langsung di lapangan.
"Harusnya Pertamina melakukan mitigasi dan melakukan sosialisasi sebelum terjadinya kejadian yang menyebabkan antrean panjang di SPBU itu," tegasnya.
Widarto menilai pola komunikasi yang reaktif di mana hanya memberikan penjelasan setelah antrean panjang terjadi kurang efektif dalam meredam keresahan publik.
Ia mendorong agar Pertamina lebih terbuka dalam menyampaikan informasi faktual kepada pemerintah daerah dan masyarakat luas.
"Sehingga masyarakat tahu kondisi yang sebenarnya dan kemudian bisa mengantisipasinya," imbuhnya.
Sebelumnya, pihak Pertamina telah memberikan klarifikasi melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi.
Ahad mengakui adanya penyesuaian pola distribusi bahan bakar minyak yang berdampak pada antrean kendaraan akibat dinamika geopolitik global yang memengaruhi jadwal kedatangan kapal tanker.
Meskipun demikian, Pertamina memastikan bahwa ketersediaan stok BBM bagi masyarakat tetap menjadi prioritas utama dan tidak ada pengurangan pasokan.
"Kami garis bawahi bahwa tidak ada pengurangan pengiriman, namun memang ada penyesuaian pola distribusinya," jelas Ahad.








