POJOKSATU.id - Terusan Panama, jalur pelayaran penting yang menghubungkan Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik, mengalami kemacetan parah.
Kondisi ini menyebabkan rantai pasokan global terhambat dan harga barang-barang di berbagai negara berpotensi naik.
Berdasarkan data dari Otoritas Terusan Panama (ACP), pada Rabu (8/11/2023) terdapat 424 kapal yang sedang mengantri untuk melewati terusan tersebut.
Jumlah ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah Terusan Panama.
Baca Juga: Viral! Anggota Satpol PP Kota Bogor Ditampar Pria Paruh Baya di Alun-alun, Bikin Jalanan Macet
Kemacetan ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kekeringan parah yang terjadi di Panama, serta meningkatnya jumlah kapal yang melintasi terusan tersebut.
Kekurangan air akibat kekeringan menyebabkan ACP harus mengurangi jumlah kapal yang dapat melintasi terusan dari 36 kapal per hari menjadi 32 kapal per hari.
Hal ini tentu saja memperpanjang waktu tunggu kapal-kapal yang ingin melintasi terusan.
Sementara itu, meningkatnya jumlah kapal yang melintasi terusan juga turut berkontribusi pada kemacetan tersebut.
ACP mencatat bahwa jumlah kapal yang melintasi terusan meningkat 12,5% pada tahun 2023 dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Piala Dunia U17 2023: Rival Indonesia, Maroko Kalahkan Panama 2-0
Kondisi kemacetan di Terusan Panama ini tentu saja memiliki dampak yang signifikan terhadap rantai pasokan global.
Hal ini karena terusan tersebut merupakan jalur pelayaran penting bagi perdagangan global.
Sekitar 5% dari perdagangan global melewati Terusan Panama.
Dengan adanya kemacetan, maka waktu pengiriman barang dari satu tempat ke tempat lain akan menjadi lebih lama.
Hal ini tentu saja akan berdampak pada harga barang-barang di berbagai negara.***
