Jakarta, POJOKSATU.id - Klarifikasi Willie Salim dan Raffi Ahmad terkait kehadiran mereka dalam Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI justru memunculkan perbincangan baru di media sosial. 

Sejumlah warganet menyoroti kemiripan narasi yang disampaikan keduanya, bahkan mempertanyakan apakah pernyataan tersebut dibuat berdasarkan arahan atau konsep yang sama.

Willie lebih dulu menyampaikan penjelasan melalui akun Instagram @willie27_. 

Ia mengatakan kehadirannya dalam kegiatan tersebut berawal dari undangan. 

Ia juga menegaskan tidak terlibat dalam penyelenggaraan maupun pengaturan peserta acara.

Willie turut membantah menerima bayaran atau imbalan dalam bentuk apa pun. 

Menurutnya, kehadirannya didasari keinginan untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang menyampaikan pendapat.

Meski demikian, ia mengakui seharusnya lebih teliti memahami konteks kegiatan sebelum memutuskan hadir. 

"Saya hadir karena mendapatkan undangan. Saya tidak terlibat dalam penyelenggaraan maupun pengaturan peserta acara, serta tidak menerima bayaran ataupun imbalan dalam bentuk apa pun," tulisnya.

Willie pun menyampaikan permohonan maaf atas kurangnya ketelitian tersebut dan kekecewaan yang muncul akibat kehadirannya.

Ia menyebut kejadian ini menjadi pelajaran agar lebih berhati-hati, bijak, dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan ke depannya.

Setelah itu, Raffi Ahmad juga mengunggah klarifikasi melalui akun Instagram @raffinagita1717. 

Dalam pernyataannya, Raffi menjelaskan bahwa dirinya hadir sebagai undangan dan baru menerima informasi mengenai kegiatan tersebut pada malam sebelum acara.

Raffi menegaskan tidak ikut merencanakan maupun menyusun acara. Ia juga mengaku tidak mengetahui secara terperinci susunan kegiatan dan pihak-pihak yang akan hadir.
"Saya hadir dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda kemarin sebagai undangan yang informasinya baru saya terima pada malam sebelum acara. Saya tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara, serta tidak mengetahui detail susunan acara dan pihak-pihak yang hadir," tulisnya.

Selain itu, Raffi membantah tudingan bahwa dirinya mengatur kemunculan salah satu merek dalam acara tersebut. 

Ia menjelaskan gapura dan pembatas jalan yang menampilkan merek itu sudah terpasang jauh sebelum kegiatan berlangsung.

Raffi juga menyampaikan penghormatan kepada mahasiswa yang menyuarakan aspirasi pada 28 Oktober 2026. 

Ia menilai penyampaian pendapat merupakan hak masyarakat dan suara mahasiswa tetap penting.

Namun, perhatian warganet kemudian bergeser pada kemiripan isi klarifikasi kedua figur publik tersebut. 

Kolom komentar unggahan Raffi dipenuhi tanggapan yang mempertanyakan kesamaan narasi maupun alasan di balik pernyataan mereka.

Akun @sadampermana.w menulis, “bisa mirip klarifnya sama yang satu lagi”.

Sementara itu, akun @rhndy_ mempertanyakan apakah pernyataan keduanya menggunakan pola komunikasi yang sama. “Template kah narasi nya ama Willie salim? Brief nya sama kah,” tulisnya.

Ada pula warganet yang mengingatkan agar perhatian publik tidak hanya tertuju pada polemik deklarasi. 

Akun @janineintansari menulis, “Yuk sekarang bahas Karhutla dan yg sedang terjadi dimana2 banyak orng kesusahan di Indonesia dan belum dapat bantuan maupun acknowledgment dr pemerintah.”

Beragam komentar tersebut memperlihatkan bahwa klarifikasi dua figur publik itu tidak hanya memunculkan tanggapan soal kehadiran mereka dalam acara, tetapi juga memancing diskusi mengenai kesamaan pernyataan dan isu-isu lain yang dianggap perlu mendapat perhatian.***