Jakarta, POJOKSATU.id - Raffi Ahmad memberikan klarifikasi terkait kehadirannya dalam kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). 

Ia menyebut tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara, serta tidak mengetahui detail susunan acara dan pihak-pihak yang hadir  dalam kegiatan tersebut.

"Saya tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara, serta tidak mengetahui detail susunan acara dan pihak-pihak yang hadir," tulisnya melalui Instagram pribadinya. 

Melalui pernyataan tertulis, Raffi menegaskan bahwa kehadirannya hanya sebagai undangan. 

Ia mengaku baru menerima informasi mengenai kegiatan itu pada malam sebelum acara berlangsung.

"Saya hadir dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda kemarin sebagai undangan yang informasinya baru saya terima pada malam sebelum acara," terangnya.

Terkait logo merek yang terlihat pada gapura dan pembatas jalan di lokasi deklarasi, Raffi menyebut fasilitas tersebut sudah terpasang jauh sebelum kegiatan berlangsung. 

Menurutnya, keberadaan atribut itu tidak berkaitan dengan kehadirannya dalam acara.

“Saya juga ingin menegaskan bahwa tuduhan mengatur kemunculan salah satu merek tidak benar,” tulis Raffi dalam klarifikasinya.

Polemik ini berkembang setelah dokumentasi deklarasi di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026 beredar di media sosial. 

Kemunculan logo Le Minerale pada pembatas jalan memicu spekulasi mengenai kemungkinan keterlibatan merek tersebut dalam pendanaan kegiatan.

Manajemen Le Minerale sebelumnya juga telah menyampaikan bantahan. 

Perusahaan menegaskan tidak menjadi sponsor, tidak terlibat dalam penyelenggaraan, serta tidak memberikan dukungan dalam bentuk apa pun terhadap kegiatan tersebut.

Di tengah polemik itu, Raffi turut menyampaikan penghormatan kepada mahasiswa yang menggelar aksi pada 28 Oktober 2026. 

Ia menilai penyampaian pendapat merupakan hak masyarakat dan suara mahasiswa memiliki arti penting.

“Saya menghormati teman-teman yang menyampaikan aspirasi pada 28 Oktober 2026. Menyampaikan pendapat adalah hak, dan suara mahasiswa itu penting,” ujarnya.***