JAKARTA, POJOKSATU.id - Pihak Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) angkat bicara soal seorang peserta deklarasi Sumpah Pemuda, bernama Sari Ayu Putri Lestari mengenakan almamater kampus tersebut, pada aksi 29 Oktober 2026.
Dosen sekaligus anak Pembina Yayasan BSI, Ziko Harnadi, lewat unggahan Instagram-nya, Jumat, 30 Oktober 2026, mengungkapkan sangat kecewa almamater kampus disalah gunakan. Hal ini sekaligus menegaskan Sari bukan mahasiswa UBSI.
"Sebagai konteks, saya adalah dosen UBSI & ayah saya merupakan pembina yayasan BSI dan melihat almamater disalah gunakan seperti ini, jujur bagi saya ini udah termasuk ke pencemaran nama baik UBSI," tegasnya.
CEO Garasi Drift ini menekankan, dirinya tidak menyalahkan Sari, melainkan ingin meminta pertanggungjawaban dari pihak yang membayar sekelompok orang untuk pura-pura menjadi mahasiswa.
"Betapa ironinya hal tersebut," sambung 2024 D1GP Southeast Asia Champion itu.
Namun, dia paham siapa yang menggelar acara deklarasi Sumpah Pemuda itu. "Terpampang jelas instansi yang sangat dicintai oleh rakyat Indonesia yaitu “POLISI” haha. Gimana caranya coba lapor ke polisi, orang yang bikin acara juga dia-dia sendiri," tukasnya.
Di penghujung unggahannya, Ziko juga meluapkan kekecewaannya terhadap Raffi Ahmad dan Willie Salim, dua public figure yang turut hadir di acara dekalarasi Sumpah Pemuda itu.
"Oh satu lagi, shame on you @raffinagita1717 & @willie27_, duit mulu yang dipikirin, kali-kali pake hati nurani kalian!," tutupnya.
Seperti diketahui, deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI dihadiri beberapa orang yang menggunakan almamater berbagai universitas. Namun, diantaranya kebingungan saat ditanya dari kampus mana.
Selain Sari, ada juga seorang pemuda bernama Bayu Setiadi yang ikut di aksi tersebut menyebut dari “Kampus PSI”, padahal mengenakan almamater Universitas Dian Nusantara (Undira). Belakangan, dia mengakui dibayar dan bukan mahasiswa. ***





