POJOKSATU.id - Konten kreator dan pengusaha muda Indonesia, Erika Ricardo membawa misi penting ke daerah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Erika datang bersama tim membawa bantuan untuk warga. Tak hanya itu, dia menunjukkan ke publik, bahwa Palangkaraya belum membaik dan karhutla membuat warga sangat kesulitan.
Perempuan kelahiran Jakarta pada 2 Juni 2002 ini mengunggah berbagai momen di lokasi, dan semua dibagikan di Instagram-nya. Langit yang menguning, serta warga kesulitan air bersih, karena sumbernya tercemar.
"No filter dan ini keadaan sebenarnya. Selama empat hari ini, kami akan meliput untuk menunjukan keadaan sebenar-benarnya agar terus diingatkan bahwa keadaan di Kalimantan masih sama selama empat bulan terakhir," tulisnya, dilansir Minggu, 25 Oktober 2026.
Erika dan tim mengirim bantuan dari Jakarta seperti air purifier, masker, dan kebutuhan medis lainnya.
"Selama empat hari kita akan mengirimkan bantuan ke beberapa rumah aman asap dan juga warga yang membutuhkan bersama @youth_actkalimantan," sambungnya.
Dia mengajak publik yang tersentuh hatinya untuk turut membantu baik melalui youth_actkalimantan atau langsung ke Instagram pribadinya.
"Mungkin dengan kapasitas yang kami miliki, kami sadar tidak bisa membantu semuanya, tapi kita akan berusaha bantu sebanyak-banyaknya dengan segala perjuangan kita," tuturnya.
Kemudian, dia mengungkapkan bagaimana saat ini kondisi di Kalimantan Tengah. Hal yang pasti adalah nafas sesak karena asap.
"Bahkan aku masih memakai masker setiap kali beraktivitas karena aku enggak sanggup melepasnya. Tapi mereka (warga) sudah berjalan empat bulan seperti ini dengan kehidupan normalnya," ungkapnya.
Dan, warga tak punya banyak pilihan. Mereka tetap menjalani kehidupan, yang bekerja tetap bekerja; yang hilang pekerjaannya tetap mencari kerja; yang memasak untuk keluarganya tetap memasak; dan yang butuh bantuan tetap bertahan.
"Empat hari aku di sini enggak sebanding dengan perjuangan saudara” kita di sini. Mereka butuh bantuan kita," jelasnya.
Dia memaparkan langit semuanya berubah menjadi warna kucning dan tidak kelihatan matahari sama sekali.
"Bayangin aja udara baik itu angkanya 0-50, tapi hari ini tembus sampai angka 3075," ungkapnya.
Di sisi lain, dia mengabadikan anak-anak yang berusaha bertahan hidup tanpa masker.
"Anak-anak bahkan semua warga sekarang terus melakukan aktivitas sehari-hari, dan jangan marah kalau mereka keluar enggak pakai masker lagi, mereka sudah terlalu lelah untuk pakai masker setipa hari," bebernya.
Warga kata Erika juga kekurangan air bersih, karena selain tercemar juga kekeringan.
"Air sungai tercemar karena kekeringan, kebakaran dan tambang, jadi kita enggak ada air di sini, kita kekurangan air bersih," ujarnya.
Untuk itu, Erika menyatakan butuh suara semuanya untuk mengabarkan karhutla yang belum selesai, juga butuh alat medis, air bersih, makanan dan lainnya.
"Kita butuh didengar sama mereka. Mereka semua sudah lelah di sana, dipaksa untuk biasa dengan keadaan, mungkin tidak merasakan, tidak sepenuhnya mengerti keadaannnya, tapi mereka butuh kita semua, mereka butuh pertolongan," bebernya.
Erika menegaskan, warga Indonesia berhak memiliki kehidupan yang layak, udara bersih, pendidikan, pelayanan kesehatan, negara yang aman dan nyaman.
"Pertanyaannya, apakah semua rakyat kita sudah ada merasakannya? Atau justru, tidak. Banyak saudara kita yang masih butuh bantuan, kalau mereka sulit membantu, kita buktikan bahwa warga bisa saling menjaga," pungkasnya. ***





