POJOKSATU.ID - Belakangan ini, sebuah gambar yang memuat narasi provokatif mengenai Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Sosial beredar luas di berbagai platform media sosial.
Gambar tersebut mengklaim bahwa pemerintah secara resmi menghapus berbagai bantuan sosial seperti BLT, PKH, BNPT, BPJS, hingga KIP dan PIP.
Lebih jauh lagi, narasi tersebut menyebutkan bahwa anggaran bantuan rakyat kecil akan dialihkan sepenuhnya untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Secara visual, gambar ini sengaja didesain menyerupai cuplikan berita televisi untuk menciptakan kesan kredibel bagi audiens yang kurang teliti.
Hal ini merupakan ciri khas konten manipulatif yang dibuat untuk memicu emosi negatif dan kepanikan di masyarakat bawah.
Kenyataannya, pemerintah telah berulang kali menegaskan bahwa program bantuan sosial yang sudah berjalan tetap menjadi prioritas nasional dalam APBN.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif tambahan yang anggarannya telah dipersiapkan secara terpisah tanpa memangkas hak perlindungan sosial yang sudah ada.
Klaim bahwa 150 juta rakyat akan sengsara secara perlahan hanyalah bentuk propaganda hitam yang bertujuan merusak kepercayaan publik terhadap stabilitas negara.
Baca Juga: Upaya Nyata Kemendikdasmen Dalam Memperbaiki Akses Belajar Di Wilayah 3T
Penyebaran hoaks semacam ini sangat berbahaya karena menyerang sektor sensitif yaitu kesejahteraan ekonomi dan akses kesehatan masyarakat.
Masyarakat dihimbau untuk selalu melakukan verifikasi melalui saluran komunikasi resmi pemerintah atau media massa yang memiliki kredibilitas tinggi.
Kita harus waspada terhadap upaya adu domba yang memanfaatkan isu ekonomi untuk menciptakan disintegrasi sosial.
Dengan pemberian label "HOAX" yang besar pada gambar tersebut, diharapkan publik segera menyadari bahwa informasi tersebut adalah palsu.
Literasi digital yang kuat adalah benteng utama kita dalam menghadapi gempuran informasi yang tidak bertanggung jawab di era internet saat ini.
Bersikap kritis sebelum membagikan ulang sebuah konten adalah langkah nyata dalam menjaga ruang digital yang sehat dan kondusif.***




