POJOKSATU.id - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk menggencarkan riset strategis di bidang energi, khususnya terkait konversi kompor LPG menjadi kompor listrik.

Langkah ini merupakan respons atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap LPG impor.

“Kami mendorong insan perguruan tinggi untuk terlibat melakukan kajian konversi kompor LPG menjadi kompor listrik. Karena LPG kita masih impor,” ujar Brian saat ditemui di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026).

Baca Juga: Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Bergerak, Berawal dari Gedung Sate hingga DPRD, Perjuangan Lawan SK Pembatalan Izin Sekolah

Kampus Didorong Jadi Motor Inovasi Energi
Brian menegaskan, perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, kampus diharapkan mampu mendukung kebijakan strategis nasional melalui riset yang aplikatif.

Selain konversi kompor LPG ke listrik, kampus juga diminta memperbanyak penelitian terkait pengelolaan sampah serta konversi kendaraan berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik.

“Ini kaitannya dengan bagaimana penghematan energi,” katanya.

Baca Juga: Kisi-kisi TKA SMP 2026: Bukan Hafalan! Ini Perbedaan Soal dan Strategi Belajar yang Harus Kamu Tahu

Dorongan ini menunjukkan bahwa peran kampus tidak lagi sebatas pendidikan dan penelitian dasar, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi tantangan nasional.

Arahan Langsung dari Presiden
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meminta percepatan konversi kompor LPG ke kompor listrik dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta pada 5 Maret 2026.

Dalam rapat tersebut, Presiden menekankan pentingnya langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, terutama LPG.

Baca Juga: UMJ Buka HKI Awards 2026, 77 Dosen Dapat Fasilitas Daftar Hak Cipta Gratis

"Kita diminta mempercepat bagaimana kompor listrik itu bisa menggantikan kompor dari elpiji," kata Brian.

Tak hanya itu, pemerintah juga menargetkan percepatan konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), serta peralihan kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik.

Kurangi Beban Subsidi dan Ketergantungan Impor
Konversi kompor listrik dinilai memiliki dampak besar bagi perekonomian negara.

Selain menekan impor minyak dan gas, kebijakan ini juga berpotensi mengurangi beban subsidi energi yang selama ini cukup besar.

Baca Juga: Beasiswa LPDP–Australia Awards 2026 Dibuka, Bisa Pilih 3 Kampus Sekaligus dan Tanpa LoA

Dengan dukungan riset dari perguruan tinggi, diharapkan solusi konversi energi dapat lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia. ***