POJOKSATU.id - Keakuratan hasil pengujian laboratorium tidak hanya bergantung pada kecanggihan peralatan, tetapi juga kompetensi tenaga yang mengoperasikannya.

Karena itu, pemahaman terhadap standar mutu menjadi salah satu kebutuhan penting untuk memastikan hasil pengujian dan kalibrasi valid serta dapat dipertanggungjawabkan.

Salah satu standar yang menjadi acuan adalah SNI ISO/IEC 17025:2017 tentang Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi.

Standar ini mengatur kompetensi, ketidakberpihakan, serta konsistensi operasional laboratorium.

Penguatan kompetensi tersebut menjadi perhatian Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP).

Bersama IPB Training, BRMP menyelenggarakan pelatihan SNI ISO/IEC 17025:2017 yang diikuti 100 peserta dari berbagai unit kerja dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan BRMP.

Pelatihan berlangsung di Bogor pada 15-17 Oktober serta 20, 21, dan 23 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membekali tenaga laboratorium dengan pemahaman mengenai sistem manajemen mutu dan persyaratan kompetensi yang harus diterapkan.

Materi Pelatihan Tidak Hanya Membahas Standar

Penerapan SNI ISO/IEC 17025:2017 mencakup berbagai aspek yang berkaitan langsung dengan aktivitas laboratorium.

Karena itu, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai persyaratan standar, tetapi juga pembahasan penerapannya dalam kegiatan pengujian dan kalibrasi.

Materi yang diberikan meliputi kompetensi personel, pengelolaan fasilitas dan peralatan, validasi metode, hingga evaluasi ketidakpastian pengukuran.

Peserta juga mempelajari pemastian keabsahan hasil pengujian, audit internal, serta kaji ulang manajemen.

Seluruh aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem manajemen laboratorium yang konsisten dan efektif.

Agar pembelajaran lebih terarah, 100 peserta dibagi menjadi lima kelas.

Pendampingan dilakukan oleh lima trainer IPB Training, yakni Dyah Paramita Kartikaningtyas, Intan Nurmaladewi, Anwar Sanusi, Sholekhah Arviyanti, dan Ricky Prabowo.

Pelatihan dipandu oleh Sholekhah Arviyanti sebagai trainer. Kegiatan berlangsung secara luring selama tiga hari, kemudian dilanjutkan secara daring selama tiga hari.

Melalui pembagian kelas dan pendampingan tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk mendalami persyaratan standar sekaligus mendiskusikan penerapannya di lingkungan laboratorium masing-masing.

Bekti Subagja Tekankan Pentingnya Kompetensi SDM

Pelatihan secara resmi dibuka pada 15 Oktober 2026 oleh Kepala Bagian Umum BRMP, Bekti Subagja, A.Pi., M.Si., yang hadir mewakili Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian.

Dalam sambutannya, Bekti menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia untuk memperkuat penerapan standar mutu laboratorium.

"Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi peserta untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi dalam mendukung penerapan standar mutu laboratorium," ujar Bekti.

Peningkatan kemampuan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas layanan laboratorium.

Terlebih, tuntutan terhadap mutu dan akurasi hasil pengujian mengharuskan tenaga laboratorium memahami standar serta sistem manajemen yang berlaku.

Pemahaman Peserta Diukur melalui Pre-Test dan Post-Test

Untuk mengetahui perkembangan pemahaman peserta, evaluasi dilakukan sejak awal hingga akhir pelatihan.

Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal peserta terhadap materi yang akan dipelajari. Setelah seluruh rangkaian pembelajaran selesai, peserta kembali mengikuti post-test.

Selain kedua tahapan tersebut, peserta juga mengisi kuesioner evaluasi sebagai bahan masukan terhadap penyelenggaraan pelatihan.

Hasil evaluasi diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pemahaman peserta sekaligus menjadi bahan untuk meningkatkan kualitas pelatihan berikutnya.

Melalui kolaborasi dengan IPB Training, BRMP berharap pengetahuan yang diperoleh 100 peserta dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan laboratorium masing-masing unit kerja.

Dengan kompetensi sumber daya manusia yang semakin baik, laboratorium diharapkan mampu meningkatkan mutu layanan serta menghasilkan data pengujian dan kalibrasi yang akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebab, kepercayaan terhadap hasil pengujian laboratorium pada akhirnya dibangun dari ketepatan metode, konsistensi sistem, dan kompetensi orang-orang yang menjalankannya. ***