POJOKSATU.id - Kabar baik bagi lulusan S1 yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di luar negeri.
Perusahaan GEM kembali membuka pendaftaran Beasiswa Kerja Sama Indonesia–Tiongkok Bidang Metalurgi dan Perdagangan Internasional di Central South University (CSU) Program Master 2026.
Program ini merupakan hasil kerja sama antara GEM, LPDP, dan Central South University (CSU), salah satu universitas terkemuka di Tiongkok yang dikenal memiliki reputasi internasional di bidang metalurgi, teknik material, pertambangan, serta rekayasa industri.
Pembukaan program beasiswa tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga ahli pada sektor hilirisasi mineral, manufaktur berteknologi tinggi, energi baru, hingga perdagangan internasional yang semakin berkembang.
Assistant R&D Engineer GEM-ITB-CSU Joint Research Laboratory, Annisya Putri, mengatakan pengembangan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing bangsa di masa depan.
"Pengembangan talenta merupakan investasi jangka panjang yang menentukan daya saing suatu bangsa.
Baca Juga: Harga BBM Resmi Berubah per 7 Juni 2026, Pertamina Dex dan Dexlite Turun, Pertamax Turbo Justru Naik
Melalui program ini, kami berharap dapat membantu mencetak generasi profesional Indonesia yang memiliki kompetensi internasional, pemahaman teknologi mutakhir, serta kemampuan untuk berkontribusi pada pembangunan industri nasional," kata Annisya Putri melalui keterangan tertulis, Kamis (4/6/2026).
Dua Program Studi yang Ditawarkan
Melalui program tahun 2026 ini, peserta akan memperoleh kesempatan menempuh pendidikan magister di Central South University yang berlokasi di Kota Changsha, Provinsi Hunan, Tiongkok.
Baca Juga: Ketahui Sisi Lain Pendampingan Siswa Afirmasi Siswa ADEM di SMA Berikut!
Terdapat dua bidang studi yang dapat dipilih peserta, yaitu:
Materials and Chemicals pada School of Metallurgy and Environment.
Applied Economics – International Economics and Trade.
Menurut Annisya, kedua program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan industri modern yang memerlukan kombinasi kemampuan teknologi, analisis ekonomi, dan pemahaman perdagangan global.
Baca Juga: Viral Unggahan Maxime Bouttier Jadi Calon Ketua Partai Kebangkitan Merdeka, Ternyata Ini Faktanya!
"Program kedua tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan industri modern yang membutuhkan kombinasi antara penguasaan teknologi, kemampuan analisis ekonomi, dan pemahaman terhadap dinamika perdagangan global," ujarnya.
Wajib Mengikuti Mandarin Camp
Salah satu keunggulan program ini adalah adanya Mandarin Camp yang wajib diikuti peserta sebelum memulai perkuliahan magister.
Program persiapan tersebut berlangsung sekitar tiga bulan dan dipandu oleh pengajar profesional.
Peserta akan mempelajari bahasa Mandarin secara intensif sekaligus memahami budaya, lingkungan sosial, dan sistem akademik di Tiongkok.
Menurut Annisya, program ini menjadi faktor penting yang membantu mahasiswa beradaptasi lebih cepat ketika memasuki perkuliahan maupun menjalani program magang industri.
"Program ini menjadi salah satu keunggulan beasiswa karena membantu peserta beradaptasi lebih cepat dan meningkatkan kesiapan mereka dalam mengikuti perkuliahan maupun program magang industri," ungkapnya.
Baca Juga: Kapan Jadwal Pengumuman KDKMP dan KNMP Terbaru? Hingga Hari Ini Belum Ada Kabar Kelulusan Akhir!
Kesempatan Magang Industri Selama Satu Tahun
Selain memperoleh pendidikan akademik di kampus, peserta juga akan mendapatkan pengalaman industri melalui program magang selama satu tahun di berbagai perusahaan yang berada dalam jaringan GEM Group.
Beberapa perusahaan yang menjadi lokasi magang antara lain PT QMB New Energy Materials dan International Green Industrial Park (IGIP).
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa akan memperoleh pemahaman langsung mengenai praktik industri modern, inovasi teknologi, pengelolaan rantai pasok global, hingga penerapan teknologi pengolahan mineral dan material energi baru dalam skala industri.
Baca Juga: Iran Terancam Langgar Aturan FIFA akibat Pembatasan Masuk ke Amerika Serikat
Program ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan Indonesia yang saat ini tengah memperkuat agenda hilirisasi sumber daya mineral dan pengembangan industri baterai kendaraan listrik.
Syarat Peserta dan Bidang yang Bisa Mendaftar
Program beasiswa ini terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia yang memenuhi persyaratan akademik dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk program metalurgi dan material, pendaftar diutamakan berasal dari bidang teknik dan sains yang relevan.
Baca Juga: Buntut Blackout Sumatera Mei 2026, Kinerja Dewas Komisaris PLN Dipertanyakan
Sementara untuk program perdagangan internasional, kesempatan terbuka bagi lulusan ekonomi, manajemen, teknik, maupun disiplin ilmu lain yang memiliki kemampuan dasar kuantitatif yang memadai.
Dengan cakupan bidang yang cukup luas, program ini memberikan peluang bagi banyak lulusan Indonesia untuk memperoleh pengalaman pendidikan dan industri bertaraf internasional.
Jadwal Pendaftaran dan Link Resmi
Pendaftaran Beasiswa Kerja Sama Indonesia–Tiongkok Bidang Metalurgi dan Perdagangan Internasional di CSU Program Master 2026 dibuka hingga 30 Juni 2026 melalui sistem pendaftaran LPDP.
Baca Juga: Kapan Jadwal Pengumuman KDKMP dan KNMP Terbaru? Hingga Hari Ini Belum Ada Kabar Kelulusan Akhir!
Informasi lengkap mengenai persyaratan, tahapan seleksi, jadwal, dokumen yang harus dipersiapkan, serta mekanisme pendaftaran dapat diakses melalui:
Halaman Resmi Beasiswa CSU Master 2026 LPDP
Calon pendaftar disarankan untuk segera mempelajari seluruh ketentuan dan menyiapkan dokumen yang diperlukan sebelum batas akhir pendaftaran.
"Melalui pengembangan talenta yang berkelanjutan, GEM berharap dapat berkontribusi pada lahirnya generasi pemimpin, peneliti, insinyur, dan profesional Indonesia yang mampu mendukung agenda hilirisasi nasional, pengembangan industri baterai kendaraan listrik, serta transformasi menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan," pungkas Annisya. ***




