POJOKSATU.id — Kabar menggembirakan kembali datang bagi masyarakat yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke jenjang magister atau S2.

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi membuka kembali pendaftaran program beasiswa co-funding tahun 2026 yang menawarkan kesempatan kuliah di sejumlah perguruan tinggi bergengsi di dalam maupun luar negeri.

Melalui program ini, peserta berpeluang menempuh pendidikan di kampus-kampus yang berada di Indonesia, China, Amerika Serikat, hingga Qatar.

Baca Juga: Empat Ketua RW Baru Dikukuhkan, Tokoh Plawad Minta Warga Jaga Kekompakan

Meski demikian, calon pelamar perlu memahami bahwa mekanisme pembiayaan dalam skema co-funding berbeda dengan program beasiswa reguler LPDP yang selama ini dikenal masyarakat.

Pada program reguler, seluruh kebutuhan pendidikan, termasuk biaya kuliah dan biaya hidup selama masa studi, ditanggung sepenuhnya oleh LPDP.

Sementara pada skema co-funding, pendanaan dilakukan secara bersama-sama antara LPDP dan penerima beasiswa sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Universitas Galuh Ciamis, Kampus Kebanggaan yang Terus Tumbuh dengan Semangat Kearifan Lokal

Dalam praktiknya, LPDP dapat menanggung biaya pendidikan sedangkan penerima beasiswa membiayai kebutuhan hidupnya sendiri.

Sebaliknya, ada pula skema yang memungkinkan peserta memperoleh dukungan biaya hidup sementara sebagian biaya lainnya menjadi tanggung jawab penerima beasiswa.

Mengacu pada informasi yang dipublikasikan melalui akun Instagram resmi LPDP, terdapat tiga program beasiswa co-funding jenjang magister yang dibuka pada tahun ini.

Baca Juga: Dadan Hindayana Dicopot Prabowo karena Makin Bikin Kesel dan Ngelunjak alias 'Ngelamak' Kalau Kata Orang Jawa?

Salah satu program yang ditawarkan berasal dari Central South University di China.

Pendaftaran dilakukan melalui portal resmi LPDP
Penerima beasiswa pada program ini diwajibkan memberikan kontribusi di Indonesia selama dua kali masa studi setelah menyelesaikan pendidikan.

Selain itu, peserta juga berkesempatan memperoleh fasilitasi karier di bidang metalurgi melalui perusahaan GEM Co. Ltd.

Pada program Materials and Chemicals, kesempatan pendaftaran terbuka bagi masyarakat umum maupun aparatur sipil negara.

Batas usia maksimal ditetapkan 35 tahun untuk masyarakat umum, 37 tahun bagi CPNS dan PNS, serta 42 tahun bagi dosen yang memiliki NIDN atau NUPTK maupun PNS dengan jabatan fungsional tertentu seperti peneliti, perekayasa, tenaga medis, paramedis, dan penyidik.

Baca Juga: Trump Meledak ke Netanyahu, Sebut ‘Gila’ dan Tak Tahu Terima Kasih Gara-gara Serangan ke Lebanon

Pelamar diwajibkan memiliki IPK minimal 3,00.

Kemampuan bahasa Inggris juga menjadi syarat penting dengan ketentuan skor minimal IELTS 6,0, TOEFL iBT 80, TOEFL ITP setara 543, atau Duolingo English Test 80.

Masa studi program ini berlangsung selama tiga tahun dan sudah mencakup kegiatan magang.

Selain itu, Central South University juga membuka program International Economics and Trade.

Persyaratan yang diberlakukan pada program ini identik dengan program Materials and Chemicals, baik dari segi kriteria peserta, batas usia, standar IPK, maupun ketentuan kemampuan bahasa Inggris.

Baca Juga: Kelola Uang Rp 335 Triliun, Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Dadan Hindayana Dicopot

Durasi pendidikan yang harus ditempuh juga sama, yakni tiga tahun termasuk program magang.

Pilihan berikutnya datang dari Georgetown SFS Asia Pacific.

Pendaftaran program ini dilakukan secara bersamaan melalui portal Georgetown SFS Asia Pacific dan LPDP.

Menariknya, kegiatan akademik tidak hanya berlangsung di Indonesia, tetapi juga mencakup Amerika Serikat dan Qatar.

Program Executive Master's in Diplomacy and International Affairs terbuka bagi masyarakat umum serta CPNS, PNS, TNI, dan Polri.

Pelamar harus berusia maksimal 42 tahun dengan IPK minimal 3,25.

Persyaratan bahasa Inggris yang ditetapkan cukup tinggi, yakni IELTS minimal 7,0, TOEFL iBT minimal 80, atau Duolingo English Test minimal 110.

Program ini berlangsung selama satu tahun akademik.

Baca Juga: Dadan Hindayana Ucapkan Terima Kasih pada Prabowo Usai Dicopot Kepala BGN

Perkuliahan dimulai di Georgetown SFS Asia Pacific Jakarta pada semester pertama, kemudian dilanjutkan di Georgetown University, Washington DC, pada semester berikutnya.

Peserta juga akan mengikuti modul pembelajaran singkat selama satu minggu di kampus Georgetown University Qatar.

Program lainnya berasal dari King's College London yang berlokasi di kawasan Singosari, Kabupaten Malang.

Pendaftaran dilakukan melalui laman resmi King's College London dan LPDP secara paralel.

Baca Juga: Backrooms Meledak di Box Office, Film Horor Viral Berbahasa Indonesia Raup Rp1,45 Triliun

Pada program Digital Economics, kesempatan pendaftaran tersedia bagi masyarakat umum, CPNS, PNS, anggota TNI, serta Polri.

Batas usia maksimal ditetapkan 35 tahun untuk masyarakat umum, 37 tahun bagi CPNS dan PNS, 40 tahun untuk TNI dan Polri, serta 42 tahun bagi dosen maupun PNS dengan jabatan fungsional tertentu.

Calon peserta harus memiliki IPK minimal 3,00.

Persyaratan kemampuan bahasa Inggris meliputi TOEFL iBT minimal 100 dengan skor writing sekurang-kurangnya 23 dan skor minimal 20 pada setiap keterampilan lainnya.

Baca Juga: Riset 15 Tahun Bongkar Jurusan Kuliah Paling Cuan, Nomor 1 Bukan Kedokteran

Alternatif lainnya adalah TOEFL setara minimal 5 dengan skor minimal 4,5 pada seluruh komponen atau IELTS minimal 6,5 dengan skor sekurang-kurangnya 6 pada setiap bagian tes. Program ini memiliki masa studi selama dua tahun.

King's College London juga menawarkan program Digital Futures.

Ketentuan yang berlaku pada program ini pada dasarnya sama dengan Digital Economics.

Mulai dari kategori peserta yang dapat mendaftar, batas usia, syarat IPK, standar kemampuan bahasa Inggris, hingga durasi pendidikan yang harus ditempuh selama dua tahun.

Untuk jadwal pelaksanaan, pendaftaran beasiswa LPDP co-funding dibuka mulai Kamis, 29 Mei hingga Selasa, 30 Juni 2026.

Tahap seleksi administrasi akan berlangsung pada 1 hingga 9 Juli 2026, kemudian hasilnya diumumkan pada 10 Juli 2026.

Baca Juga: Sosok Nanik S Deyang Loyalis Prabowo Jadi Kepala BGN, Pernah Wartawati Tabloid Bangkit

Peserta yang merasa perlu mengajukan keberatan atau sanggahan diberikan kesempatan pada 10 hingga 12 Juli 2026, sementara hasil sanggah akan diumumkan pada 22 Juli 2026.

Selanjutnya, seleksi substansi dijadwalkan berlangsung pada 27 sampai 31 Juli 2026.

Hasil akhir tahap tersebut akan diumumkan pada 5 Agustus 2026.

Adapun perkuliahan bagi peserta yang dinyatakan lolos diperkirakan mulai berlangsung paling cepat pada September 2026.***