JAKARTA, POJOKSATU.id, Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas fasilitas pendidikan anak usia dini dengan menargetkan perbaikan sarana dan prasarana di 18 ribu satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sepanjang 2026.

Perbaikan tersebut diarahkan untuk memastikan anak-anak memperoleh tempat belajar yang memenuhi standar kelayakan, keamanan, serta kenyamanan.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Gogot Suharwoto menyebut jumlah PAUD yang masuk dalam program revitalisasi tahun ini menjadi yang paling banyak dibandingkan bantuan sejenis pada periode sebelumnya.

“Revitalisasi sarana prasarana PAUD itu tahun ini kita targetkan ada 18.000 satuan dan belum pernah diberikan sebelumnya sebanyak ini,” ujar Gogot.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berupaya memastikan satuan pendidikan di berbagai jenjang mempunyai fasilitas yang mendukung kegiatan belajar mengajar.

Upaya peningkatan kualitas PAUD juga tidak hanya dilakukan melalui pembenahan infrastruktur.

Pemerintah turut memperkuat penggunaan teknologi untuk menunjang kegiatan pembelajaran.

Salah satunya melalui penyaluran Papan Interaktif Digital (PID) yang ditargetkan menjangkau sekitar 80 ribu satuan pendidikan.

Sasaran bantuan tersebut mencakup sejumlah lembaga pendidikan anak usia dini, seperti Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-kanak (TK).

Penyaluran PID nantinya tidak berdiri sendiri karena pemerintah juga menyiapkan pelatihan serta materi pembelajaran untuk mendukung pemanfaatannya.

Di sisi lain, persoalan keterbatasan listrik dan jaringan internet di sejumlah wilayah juga menjadi perhatian pemerintah.

“Kita berikan listrik, bagi yang belum punya internet kita berikan internet,” tutur Gogot.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik di satuan pendidikan, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp500 miliar melalui kolaborasi dengan PT PLN.

Sementara itu, dukungan konektivitas internet disiapkan bagi sekitar 16 ribu satuan pendidikan yang terdiri atas PAUD, sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama.

Gogot mengatakan pemerintah menyadari bahwa masih ada lembaga pendidikan yang belum mendapatkan dukungan fasilitas listrik maupun internet.

Oleh sebab itu, satuan pendidikan yang belum terjangkau diminta melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah agar dapat dimasukkan dalam penanganan selanjutnya.

“Kalau memang ada satuan pendidikan lembaga PAUD yang belum punya listrik, belum punya internet, beritahu ke kami. Karena kita punya data dan memang belum terjangkau semuanya, belum terdata,” jelasnya.

Revitalisasi PAUD tersebut merupakan bagian dari agenda pemerintah untuk meningkatkan kondisi sekitar 192 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia hingga 2028.

Untuk pelaksanaan revitalisasi PAUD pada 2026, pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp12 triliun.

“Sekitar Rp12 triliun (anggaran untuk revitalisasi PAUD) untuk tahun ini saja ya,” pungkas Gogot.***