CIREBON, POJOKSATU.ID - Kesulitan mendapatkan air tawar masih menjadi persoalan yang dihadapi sebagian masyarakat pesisir Kabupaten Cirebon. Kondisi air tanah yang cenderung payau bahkan asin membuat warga harus mencari sumber air bersih hingga kedalaman lebih dari 100 meter.
Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Barat mengandeng PT Korea Midland Power (KOMIPO) bersama PT Cirebon Power Services (CPS), menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pembangunan fasilitas pengeboran air bersih di tiga titik wilayah Kecamatan Mundu dan Astanajapura.
Peresmian sekaligus penyerahan bantuan dipusatkan di Desa Waruduwur, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Kamis (5/11/2026).
Program ini menyasar kebutuhan dasar masyarakat pesisir, terutama warga nelayan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap air tawar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tak hanya membangun sumur bor, bantuan CSR tersebut juga meliputi pengadaan pompa air sumur untuk empat desa. Sementara di sektor pendidikan, perusahaan memberikan tempat sampah khusus botol plastik kepada tiga sekolah dasar sebagai upaya membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan sejak dini.
President Director PT Cirebon Power Services, Moon Sang Woo, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen KOMIPO dan CPS untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional pembangkit listrik Cirebon Power.
Menurutnya, keberadaan perusahaan harus memberikan dampak positif, tidak hanya melalui aktivitas pembangkitan listrik, tetapi juga kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
"Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat hadir mewakili KOMIPO dan CPS. Kami berharap bantuan ini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak-anak," ujarnya.
Moon menjelaskan, KOMIPO merupakan perusahaan asal Korea Selatan yang menjadi salah satu bagian dalam pengelolaan PLTU Cirebon Power Unit 1. Sementara CPS bertanggung jawab terhadap kegiatan operasional dan pemeliharaan pembangkit tersebut.
Ia juga mengapresiasi Ditpolairud Polda Jabar yang telah membantu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan perusahaan sehingga aspirasi warga dapat diwujudkan melalui program CSR.
Sementara itu, Dirpolairud Polda Jabar Kombes Pol Raden Djarot Agung Riadi melalui Plt Kasubdit Fasharkan Ditpolairud Polda Jabar, Kompol Sakur, mengungkapkan bahwa pembangunan sarana air bersih tersebut berawal dari keluhan warga pesisir, khususnya kalangan nelayan yang kesulitan memperoleh air tawar.
Persoalan itu diketahui anggota Polmas saat melakukan kegiatan sambang pada 19 Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, polisi menerima sejumlah aspirasi warga, termasuk kebutuhan terhadap sumber air bersih yang layak.
Setelah menerima keluhan tersebut, Ditpolairud kemudian berkoordinasi dengan pihak perusahaan agar persoalan yang dihadapi masyarakat bisa mendapatkan solusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
"Keluhan masyarakat selama ini adalah sulitnya mendapatkan air tawar. Jika pengeboran kurang dari 100 meter, air yang keluar biasanya masih payau atau asin," jelas Kompol Sakur.
Ia menyebutkan, pengeboran di tiga lokasi wilayah Mundu dan Astanajapura dilakukan dengan kedalaman rata-rata mencapai 120 meter. Kedalaman tersebut diharapkan mampu menghasilkan sumber air tawar yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
"Dari aspirasi masyarakat, kami berkoordinasi dengan pihak perusahaan agar dapat membantu melalui program CSR berupa mesin pengeboran dan perlengkapan yang dibutuhkan warga," ungkapnya.
Di sisi lain, Kuwu Desa Waruduwur, Yadi, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat. Ia menyebut dukungan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kebutuhan warga pesisir yang masih membutuhkan peningkatan fasilitas dasar.
Yadi mengungkapkan, kepedulian KOMIPO terhadap masyarakat Desa Waruduwur telah terjalin sejak 2019 dan mulai aktif direalisasikan pada Januari 2020. Bahkan, perhatian tersebut tetap berlanjut ketika pandemi Covid-19 melanda hingga sekarang.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan perhatian yang selama ini diberikan kepada masyarakat Waruduwur. Semoga kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang," tuturnya.
Ia berharap kolaborasi antara perusahaan, kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan begitu, persoalan kebutuhan air bersih serta berbagai kebutuhan pembangunan di kawasan pesisir bisa ditangani secara berkelanjutan.(*)





