JEMBER, POJOKSATU.id, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih.
Kali ini bantuan kembali diberikan untuk warga yang terdampak krisis air bersih di RT 01 RW 06 Dusun Kasengan, Desa Gumuksari, Kecamatan Kalisat, pada Minggu, (18/10/2026) malam.
Penyaluran ini merupakan tahap kedua yang dilakukan oleh tim tanggap darurat di wilayah tersebut.
Sebanyak 5.000 liter air bersih digelontorkan dan langsung ditampung ke dalam sejumlah tandon darurat yang siap dimanfaatkan oleh warga sekitar.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember bergerak menuju lokasi terdampak pada pukul 18.00 WIB dan tiba setengah jam kemudian.
Selain mendistribusikan pasokan air, para petugas juga memberikan himbauan serta edukasi kepada masyarakat setempat mengenai pentingnya menghemat penggunaan air bersih selama periode musim kemarau.
Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Parmuji, menjelaskan bahwa langkah intervensi bantuan air bersih ini dilakukan merujuk pada laporan keluhan warga serta hasil asesmen lapangan yang telah disusun sebelumnya.
“Berdasarkan hasil asesmen pada 12 Oktober 2026, wilayah tersebut direkomendasikan mendapatkan distribusi air bersih setiap empat hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter,” kata Parmuji.
Dengan rampungnya penyaluran tahap kedua ini, total bantuan air bersih yang telah dialokasikan BPBD Jember ke Dusun Kasengan mencapai 10.000 liter.
Guna mempermudah proses penampungan dan pengambilan air oleh warga, pihak BPBD juga menyerahkan bantuan berupa empat unit tandon air di lokasi strategis.
Parmuji menambahkan, permohonan bantuan ini berawal dari aduan masyarakat yang masuk melalui kanal resmi pelayanan publik Wadul Gus e dengan nomor laporan Q 2809261728459 yang dikirimkan oleh salah seorang warga setempat bernama Ummamah Nurul Hati.
Menurutnya, pengiriman pasokan air bersih ini merupakan langkah penanganan darurat jangka pendek demi memastikan kebutuhan pokok dasar masyarakat dapat terpenuhi saat debit sumber mata air menyusut.
“Untuk sementara, bantuan air bersih akan terus didistribusikan sesuai hasil asesmen dan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Parmuji menegaskan bahwa skema penanganan berkala setiap empat hari sekali tersebut akan terus dievaluasi sesuai dinamika di lapangan.
Selain itu, pihak BPBD Jember juga telah meneruskan laporan kondisi kekeringan ini kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait untuk penanganan solusi jangka panjang penataan ketersediaan air bersih di Kecamatan Kalisat.







