POJOKSATU.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan bahwa stabilitas politik, keamanan, dan tata kelola pemerintahan adalah pondasi utama transformasi.

"Prioritas diarahkan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan produktivitas, ketahanan pangan, dan hilirisasi energi sebagai pilar kemandirian ekonomi bangsa," ucapnya dalam sambutan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Bandung.

Komitmen sinergi seluruh komponen di Jawa Barat mendapat pengakuan tertinggi pada PTBI Nasional, yang menegaskan kepemimpinan Jawa Barat dalam transformasi digital dan ketahanan pangan:

Baca Juga: Gagal Jadi PPPK, Kini Terancam PHK! 518 Honorer NTB Hadapi Tahun Baru yang Pahit

- Pemerintah Provinsi Jawa Barat meraih anugerah Penggerak Ekonomi Digital Terbaik dan Championship Klaster Pangan Terbaik.

- Kota Tasikmalaya sebagai TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik 2025.

- Kabupaten Ciamis sebagai TP2DD Kabupaten Terbaik 2025.

Baca Juga: Dalam Sebulan Ada 2.805 Barang Pelanggan KAI Tertinggal

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Muslimin Anwar mengatakan, hal ini membuat Bank Indonesia kembali menegaskan, prospek Jawa Barat menuju tahun 2026 adalah prospek yang sarat optimisme.

Muslimin menyebut, dengan fondasi makroekonomi yang kokoh, bauran kebijakan yang sinergis, dan keselarasan strategi antara pemerintah dan Bank Indonesia, Jawa Barat tidak hanya akan menjadi daerah yang tangguh menghadapi gejolak, tetapi juga mandiri dalam menciptakan sumber pertumbuhan baru.

"Sinergi yang terus dibangun adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi tinggi dan berdaya tahan," jelasnya.

Baca Juga: Kemensos Perkuat Kolaborasi Dukung Program Sekolah Rakyat dengan PT Pos Indonesia

Sekaligus, lanjut Muslimin, sebuah langkah tegas dan terukur yang akan menempatkan Jawa Barat sebagai kontributor utama dalam pencapaian Visi Indonesia Emas 2045.

Sebagai informasi, Bank Indonesia menyatakan ekonomi Jawa Barat akan berada dalam rentang 4,7%-5,5% (yoy) pada 2025 dan semakin kuat pada 2026 dalam rentang 4,9-5,7% (yoy).

"Ekonomi Jawa Barat berada dalam kondisi solid dan resilien dengan pertumbuhan mencapai 5,20% (yoy) pada Triwulan III 2025. Inflasi terjaga pada level 2,63% (yoy), dan prospek pertumbuhan 2026 diperkuat meskipun menghadapi tantangan global dan domestik," tutupnya. ***