POJOKSATU.id - Overthinking sering dipandang sebagai aktivitas mental yang terus-menerus memikirkan suatu hal hingga tak kunjung menemukan titik henti.

Namun, ternyata overthinking tidak hanya di pikiran, tetapi juga bisa membuat tubuh ikut merasakan efeknya, mulai dari kelelahan yang sulit dijelaskan, sakit kepala, gangguan tidur, hingga otot yang kerap tegang.

Karena itulah penting untuk memahami secara utuh bagaimana overthinking bisa berdampak fisik dan cara untuk mengatasinya.

Baca Juga: Mulai 2025, Tunjangan Guru ASN dan PPPK Dibayar Langsung oleh Kemenkeu

Mengapa Overthinking Bisa Bikin Tubuh Ikut Capek?

Saat pikiran terjebak dalam lingkaran analisis yang terus berulang, tubuh merespon dengan melepaskan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin dalam jumlah berlebih.

Respons stres berkepanjangan tersebut dapat memicu gejala fisik seperti sakit kepala, ketegangan otot, gangguan tidur, dan nafsu makan yang berubah.

Selain itu, tubuh yang terus siaga karena pikiran yang aktif tanpa jeda akan mengalami drain out energi, inilah yang membuat seseorang merasa selalu capek meski tidak melakukan aktivitas fisik berat.

Baca Juga: Disiplin Jadi Kunci, Wali Kota Tidore Lantik 819 PPPK Paruh Waktu Tahun 2025

Tanda-Tanda Tubuh Mulai Terpengaruh Akibat Overthinking

Seseorang yang overthinking secara ekstrem sering menunjukkan gejala fisik, seperti merasa lelah meski tidur cukup, otot bahu atau leher sering kaku, sakit kepala tanpa sebab jelas, ataupun sulit berkonsentrasi.

Overthinking juga sering menyebabkan gangguan kualitas tidur yang kemudian memunculkan kelelahan kronis.

Lebih jauh lagi, sejumlah artikel menyebut bahwa overthinking dapat mengganggu sistem pencernaan, meningkatkan ketegangan fisik, dan bahkan memengaruhi kesehatan kulit akibat stres kronis.

Tanda-tanda ini penting dikenali agar langkah penanganan bisa dilakukan lebih awal, bukan menunggu hingga tubuh atau pikiran jatuh total.

Baca Juga: Dana Sudah Siap, Rp 5 Triliun untuk Ketahanan Pangan Bulog Bangun 100 Gudang Beras Baru

Cara Mengatasi Overthinking agar Tubuh dan Pikiran Lebih Tenang

Mengatasi overthinking bukan soal berhenti mikir total, tetapi membangun pola pikir dan kebiasaan yang lebih sehat agar pikiran dan tubuh bisa istirahat.

Berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan:

1. Latihan pernapasan dan mindfulness dengan mengambil napas dalam dan fokus pada tubuh selama beberapa menit tiap hari membantu menurunkan aktivitas sistem stres tubuh.

2. Menulis jurnal atau mencatat pikiran, menuangkan kekhawatiran atau pemikiran yang terus berputar ke dalam tulisan, seseorang bisa mengeluarkan pikiran tersebut dan mulai mengurai apa yang sebenarnya menjadi akar kecemasan.

3. Aktivitas fisik ringan secara rutin, jalan cepat, peregangan, atau yoga ringan dapat membantu melepaskan ketegangan otot yang muncul karena tubuh yang terus aktif secara mental.

4. Batasi waktu penggunaan media sosial dan informasi berlebihan, pikiran yang terus dipicu oleh keharusan update, baik-baik saja, atau perfect bisa memicu overthinking.

Membatasi paparan tersebut membantu menenangkan pikiran.

5. Konsultasi dengan profesional kesehatan mental, jika gejala fisik sudah memengaruhi aktivitas sehari-hari atau kualitas hidup, seorang psikolog atau konselor dapat membantu menemukan pola pikir yang perlu diubah serta strategi coping yang lebih mendalam.

Baca Juga: Opini Bisa Dianggap Hoaks? Risiko Abu-Abu di Balik Rencana Sertifikasi Influencer

Overthinking bukan sekadar terlalu banyak mikir, melainkan kondisi yang nyata dan bisa membuat tubuh ikut capek karena pikiran tak kunjung berhenti.

Mengenali tanda fisik dan emosional, serta menerapkan langkah nyata untuk menenangkan pikiran dan merelaksasi tubuh, adalah bagian penting dari menjaga kesehatan mental dan fisik.

Dengan kata lain: merawat pikiran berarti juga merawat tubuh. Saat tubuh dan pikiran berjalan seimbang, kehidupan sehari-hari jauh lebih terasa ringan, produktif, dan penuh energi. ***