POJOKSATU.ID, SUMUT - Debat kedua Pilgub Sumut 2024 memanas pada sesi kedua.
Calon Gubernur nomor urut 1 Bobby Nasution dan Calon Gubernur nomor urut 2 Edy Rahmayadi terlibat saling sindir, baik tekait pembangunan jalan, mobil listrik hingga Balai Latihan Kerja (BLK) di Sumut.
Hal itu berawal dari paslon nomor urut 1 menjelaskan terkait solusi peningkatan keahlian tenaga kerja lokal. Bobby Nasution menjawab akan memperbanyak BLK di Sumut.
Baca Juga: Terjebak Pinjol dan Judol, Penumpang Gorok Leher Pengemudi Taksi Online di Medan
Menurut Bobby, sepengetahuannya dalam 5 tahun terakhir jumlah BLK di Sumut hanya ada 1.
"Karena cuma satu terus BLK dalam 5 tahun ke belakang. Jadi jangan cuma satu sebiji itu aja, itupun fasilitas dalamnya tak diperbaiki," kata Bobby Nasution.
Edy Rahmayadi pun menanggapi pertanyaan Bobby Nasution. Mneurut Mantan Pangkostrad itu, menantu mantan Presiden Jokowi itu tidak tahu data.
Baca Juga: Link Streaming dan Preview Liga Champions Bayern Muenchen vs Benfica: The Bavarians Harus Bangkit
"Memang wali kota Medan, baru baca BLK kota medan, untuk itu baca data, BLK di Sumut 17 walaupun belum menjawab satu kebutuhan dari masing-masing perusahaa," katanya.
Menurut Edy Rahmayadi, BLK itu dipakai untuk anak-anak SMK praktek.
"Mohon ini dipahami, kalau hanya bicara, saya maklum namanya wali kota, jadi baru tahu, bicarakan gunakan data," sindir Edy kembali.
Kalau memang jumlah itu dianggap kurang, Edy siap menambah BLK di Sumut jika terpilih. Karena menurutnya, meningkatkan kualitas tenaga kerja penting. Agar tidak pakai memakai tenaga kerja dari luar apalagi dari tenaga kerja asing.
Sindiran Edy kembali dibalas Bobby. Meski dia hanya wali kota, dia pastikan data yang disampaikan Edy justru salah.
"Saya memang wali kota pak, tapi kalau boleh saya tambahi sedikit soal BLK pak, di Medan itu balai besar itu Pak, dari kemenetrian, tolong bedakan mana BLK, mana balai besar, BLK setahu saya baru ada di Siantar, kalau memang 17 boleh sebutin minimal tiga saja, tapi kalau di Medan itu balai besar," ujarnya.
Sebelumnya, keduanya pun saling sindir terkait mobil listrik yang ada di Kota Medan. Edy Rahmayadi menyebutkan jika mobil listrik itu tanpa ada koordinasi dengan pemerintah provinsi, padahal bantuan dari pemeritah pusat.
Baca Juga: Profil Yakob Sayuri, Pemain Malut United Kembali Bela Timnas Indonesia, Apa Agamanya?
Menanggapi hal yang sama, Bobby Nasution menjawab jika mobil listrik itu bukan bantuan pemerintah pusat, tetapi kerjasama dengan pihak swasta. ***

