POJOKSATU.id, PENYANYI Chris Brown diduga melakukan kekerasan terhadap seorang produser musik, saat mereka bertemu di salah satu klub malam.

Korban yang enggan namanya dipublikasikan mengaku Chris Brown yang datang ke lokasi satu rombongan memukul kepalanya dengan botol hingga tersungkur ke lantai, dan setelah itu menendangnya.

Dilansir dari The Sun, Senin (3/4/2023), rapper 33 tahun itu diduga melakukan serangan pada 19 Februari 2023, di klub malam di The Tape di Mayfair London di sela-sela konsernya di Inggris.

"Chris memukul kepala saya dua atau tiga kali. Lutut saya juga roboh," ujarnya.

Dia mengaku telah melaporkan kasus ini ke polisi. "Saya sudah berbicara dengan polisi dan mereka berharap masalah ini segera terselesaikan. Sekarang ada di tangan pengacara saya dan saya tidak bisa berkomentar lebih jauh," sebutnya.

BACA JUGA : Album Debut Jimin BTS Tempati Posisi Kedua Billboard 200, Rekor Chart Tertinggi Soloist Korea

BACA JUGA : Suga BTS Rilis Album Debut Solo Bulan Ini, Siap Sapa ARMY Lewat VC, Fanmeeting dan Konser

Disebutkannya, akibat kejadian itu, dia harus dibawa ke rumah sakit dan harus memakai alat bantu untuk berjalan.

The Sun melaporkan, Chris Brow bersedia untuk hadir di kantor polisi London untuk diinterogasi tetapi sumber mengatakan dia tidak bertemu dengan petugas dan sekarang kembali ke AS.

Polisi Metropolitan sendiri masih enggan memberitahu lebih lanjut soal kasus mantan kekasih Rihanna itu.

Sementara itu, Chris Brown masih berseteru dengan netizen yang membuka kasus kekerasannya terhadap Rihanna.

Rapper itu mengaku bersalah atas satu tuduhan menyerang Rihanna tapi menampik tuduhan melakukan pelecehan terhadap beberapa artis lain. Dia tak terima jika netizen terus membahasnya di media sosial dengan menimbulkan berbagai narasi.

Bahkan, Chris Brown menggunakan kata-kata kasar di media sosial, karena netizen tak berhenti membahas soal kasusnya dan Rihanna di masa lalu. (nin/pojoksatu)