POJOKSATU.ID - Harapan baru muncul bagi para korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh.
Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menyatakan komitmennya membangun sebanyak 1.000 unit rumah permanen bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam tersebut.
Bantuan ini difokuskan untuk wilayah terdampak paling parah, yakni Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Tamiang.
Baca Juga: Bahlil Kasih Peringtan, Operator SPBU Swasta Dituding Melawan Negara, Kuota Impor BBM Terancam
Pemerintah Provinsi Aceh menyambut baik langkah kemanusiaan tersebut dan menilai dukungan Tzu Chi sebagai fondasi awal pemulihan pascabencana.
Bantuan perumahan ini dinilai tidak hanya menghadirkan tempat tinggal, tetapi juga harapan baru bagi keluarga yang terdampak.
“Ini merupakan langkah awal pemulihan dan bukti solidaritas nyata kepada masyarakat Aceh yang sedang bangkit dari bencana,” ungkap Pemerintah Aceh, dikutip pojoksatu.id dari instagram @folkative.
Baca Juga: Haji Kunang Ayah Bupati Bekasi Diam-diam Main Sendiri Minta Uang Muka Paket Proyek pada Kontraktor
Rencana pembangunan rumah permanen tersebut dibahas dalam rapat yang melibatkan sejumlah kementerian pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Dalam pertemuan itu, disepakati pembagian lokasi pembangunan rumah berdasarkan tingkat kerusakan wilayah.
Dari total 1.000 unit rumah yang akan dibangun, sebanyak 722 unit dialokasikan untuk Kabupaten Aceh Utara.
Baca Juga: Korlantas Pastikan Tak Ada One Way Nasional Saat Nataru 2025 2026, Ini Penyebabnya
Sementara itu, 279 unit rumah akan dibangun di Kabupaten Aceh Tamiang. Dua wilayah ini tercatat mengalami dampak paling signifikan akibat banjir bandang dan longsor yang terjadi sebelumnya.
Pemerintah Aceh berkomitmen penuh mendukung kelancaran program ini. Salah satu bentuk dukungan konkret adalah menyiapkan lahan pembangunan yang aman dari potensi bencana lanjutan.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan memastikan ketersediaan fasilitas penunjang seperti akses jalan, jaringan listrik, serta air bersih.
Baca Juga: Viral! Gerai Tolak Uang Tunai, BI Ingatkan Rupiah Wajib Diterima di Semua Transaksi
“Rumah yang dibangun tidak hanya layak huni, tetapi juga dilengkapi fasilitas dasar agar warga bisa memulai kembali kehidupan mereka dengan lebih aman dan stabil,” jelas pihak pemerintah.
Fasilitas pendukung tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
Dengan hunian permanen, warga dapat kembali beraktivitas normal tanpa dihantui rasa khawatir kehilangan tempat tinggal.
Meski pembangunan 1.000 rumah ini baru tahap awal, Pemerintah Aceh berharap proses konstruksi dapat dipercepat agar segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Baca Juga: Bank Mandiri Rombak Komisaris, Perkuat Rem Tata Kelola Saat Ekspansi Dipercepat
Adapun kebutuhan perumahan tambahan di wilayah lain yang juga terdampak bencana akan diusulkan melalui anggaran nasional maupun dukungan lembaga kemanusiaan lainnya.
Kolaborasi antara pemerintah dan lembaga sosial seperti Yayasan Buddha Tzu Chi dinilai menjadi contoh sinergi ideal dalam penanganan bencana.
Tak hanya fokus pada bantuan darurat, tetapi juga pada solusi jangka panjang yang berkelanjutan bagi para korban.***




